Baznas Pasaman Barat bantu bedah rumah warga kurang mampu

id berita pasaman barat,berita sumbar,warga kurang mampu,bedah rumah

Baznas Pasaman Barat bantu bedah rumah warga kurang mampu

Baznas Pasaman Barat saat meninjau rumah warga kurang mampu di Kecamatan Kinali dan membantu untuk bedah rumah, Rabu. (antarasumbar/Istimewa)

Akan kita upayakan dananya bisa cair sesegera mungkin,
Simpang Empat (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan bantuan bedah rumah kepada salah seorang warga kurang mampu di kampung Bancah Inai, Jorong Langgam Kinali, Kecamatan Kinali, bernama Jawana (56) berkat adanya informasi dari sejumlah wartawan di daerah itu.

"Terima kasih atas kerja sama kawan-kawan wartawan. Setelah dapat informasi, saya tinjau rumah ibuk Jawana. Kondisi rumahnya pantas untuk kita bedah," kata Sekretaris Bazda Pasaman Barat, Hendrizal di Simpang Empat, Rabu.

Ia menambahkan pihaknya mendapat informasi dari salah seorang wartawan online Buyung Roni tentang kondisi rumah Jawana itu.

Menurutnya Baznas Pasaman Barat akan membantu untuk bedah rumah Jawana senilai Rp20 juta.

"Akan kita upayakan dananya bisa cair sesegera mungkin. Tentu diharapkan ada swadaya dari masyarakat setempat. Misalnya upah tukang, ketersediaan kayu, dan lainya, sehingga rumah ibu Jawana cepat selesai," lanjutnya.

Kedatangan Sekretaris Baznas ke lokasi didampingi tokoh masyarakat Zainal Rahab, dan sejumlah wartawan dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Pasaman Barat.

"Kita minta tokoh masyarakat Zainal Rahab dan rekan-rekan wartawan mengurusnya administrasinya. Akan segera kita cairkan dananya untuk bedah rumah tersebut, kalau bisa diantar dalam bentuk material bangunan," sebutnya.

Ia berharap kerja sama rekan-rekan wartawan jika menemukan informasi terkait adanya rumah warga yang seperti itu.

"Jika ada diinformasikan cepat. Bisa saja orang kurang mampu yang sakit atau butuh pinjaman ambulance segera hubungi Baznas Pasaman Barat," ujarnya.

Ia menegaskan jika anggaran tersedia di Baznas akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

Sementara itu, Jawana (56) janda beranak dua anak ini tinggal digubuk reot yang tidak layak huni bersama dua anaknya yang masih SMA dan SMP.

Ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas Pasaman Barat dan semua pihak yang berencana akan membedah rumahnya menjadi layak huni.

"Saya orang susah pak, kerja hanya serabutan menerima upah Rp60.000 perhari jika ada ada orang yang minta tolong, kalau tidak ya menganggur. Apa saja saya kerjakan guna membiayai anak saya sekolah di SMA dan SMP," jelasnya.

Melihat kondisi rumahnya cukup memiriskan. Rumahnya jauh dari keramaian. Selain tak layak huni juga tak ada aliran listrik ke sana.

Atap rumbio bocor jika hujan, tempat MCK pun juga tidak ada. Lokasi rumah Jawana dari jalan lintas Kinali-Padang berjarak sekitar 8 kilometer arah ke barat laut. Di sekitarnya, Jawana juga ada sekitar 10 rumah tetangganya.

Anak-anaknya terpaksa menempuh jarak jika pergi sekolah ke SMA dan SMP di Kinali melewati kebun sawit yang sangat sepi.

Transportasi roda dua untuk keluar dari kebun tersebut juga tidak dimiliki.

"Kadang kami numpang, naik sepeda motor, kadang berjalan sejauh 8 kilometer untuk sekolah," ujar salah seorang anaknya Mustika Wely (16).

Menyikapi kondisi itu, Sekretaris Ikatan Wartawan Online Pasaman Barat, Ruswar Dedison berinisiatif menggalang dana dengan Organisasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) untuk membantu membelikan sebuah sepeda motor bekas untuk anak Juwana pergi sekolah.

"Untuk membantu anak Jawana pergi sekolah kita akan galang dana kepada donatur dan dermawan untuk membelikan sepeda motor. Mudah-mudahan niat kita ini terwujud," harapnya. ***3***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar