Sejumlah sarana prasarana pertanian di Gunung Tuleh, Pasaman Barat rusak akibat banjir

id berita pasaman barat,berita sumbar,banjir,sarana pertanian,rusak

Sejumlah sarana prasarana pertanian di Gunung Tuleh, Pasaman Barat rusak akibat banjir

Camat Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Randy Hendrawan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Henny F saat meninjau hanyutnya bronjong atau penahan tebing dan sarana pertanian lainnya akibat banjir. (antarasumbar/Istimewa)

Dampaknya sangat terasa bagi petani karena saat ini petani mulai tanam padi seluas 15 haktare,
Kabupaten Pasaman Barat (ANTARA) -

Sejumlah sarana prasarana pertanian di Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7).

"Setelah kami data di lapangan dan dimonitor langsung maka sejumlah sarana prasarana mengalami kerusakan," kata Camat Gunung Tuleh, Randy Hendrawan di Simpang Empat, Selasa.

Ia menambahkan diantara sarana prasarana yang rusak adalah jebolnya pondasi jaringan irigasi kelompok tani Lubuk Bintungen Jorong Bululaga sepanjang 10 meter.

"Dampaknya sangat terasa bagi petani karena saat ini petani mulai tanam padi seluas 15 haktare," ujarnya.

Kemudian hanyutnya sebagian bronjong atau penahan tebing akibat longsor di dekat Jembatan Talang Betutu Jorong Talang Kuning.

Selanjutnya jembatan yang hampir ambruk di Jorong Ligawen serta longsor di Jorong Guo dan Jorong Ligawen Godang.

"Kami bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pasaman Barat serta pihak terkait telah melihat langsung kondisi itu. Mudah-mudahan bisa diperbaiki nantinya," jelasnya.

Pihaknya sangat berharap sarana irigasi dan bronjong yang rusak dapat diperbaiki karena berkaitan dengan masyarakat langsung.

"Kepada warga diharapkan tetap waspada karena saat ini musim hujan. Terutama bagi yang berdomisili di dekat sungai dan dekat perbukitan," sebutnya.

Kerusakan sarana prasarana iti dipicu oleh hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (18/7) dengan meluapnya sungai yang ada di daerah itu.





Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar