Harga bawang dan tiket pesawat turun picu Sumbar alami deflasi 0,16 persen

id berita padang,berita sumbar,deflasi,harga,bawang,tiket,BI,wahyu purnama

Harga bawang dan tiket pesawat turun picu Sumbar alami deflasi 0,16 persen

Pedagang bawang di Pasar Raya Padang. (AntaraSumbar/Laila Syafarud)

Laju inflasi Sumbar pada Juni 2020 tersebut tercatat berada dibawah realisasi inflasi nasional sebesar 0,18 persen,
Padang (ANTARA) - Indeks Harga Konsumen di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tercatat mengalami deflasi pada Juni 2020 sebesar 0,16 persen atau mengalami penurunan dibandingkan Mei 2020 yang mengalami inflasi 0,63 persen akibat penurunan sejumlah komoditas diantaranya bawang dan tiket pesawat.

"Laju inflasi Sumbar pada Juni 2020 tersebut tercatat berada dibawah realisasi inflasi nasional sebesar 0,18 persen dan realisasi inflasi kawasan Sumatera sebesar 0,05 persen," kata Kepala BI perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama di Padang, Kamis.

Menurut dia deflasi Sumatera Barat pada Juni 2020 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi dengan andil 0,12 persen didorong oleh penurunan harga berbagai komoditas bahan makanan antara lain bawang merah, cabai merah, bawang putih dan gula pasir

Penurunan harga komoditas pada kelompok makanan, minuman dan tembakau didorong oleh melimpahnya pasokan seiring masa panen di berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Sementara itu, pada Juni 2020 sejumlah komoditas penyumbang inflasi di Sumbar mulai dari daging ayam ras, ikan gambolo/ikan aso-aso dan telur ayam ras.

Peningkatan harga daging ayam ras, ikan gembolo/ ikan aso-aso dan telur ayam ras didorong oleh peningkatan permintaan dan kurangnya pasokan di masyarakat, ujarnya.

Selain itu kelompok lain yang turut menyumbang deflasi pada bulan Juni 2020 yaitu kelompok transportasi serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya

Deflasi pada kelompok transportasi terutama disumbang oleh penurunan tarif angkutan udara dan tarif angkutan antar kota dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen dan 0,05 persen didorong oleh normalisasi tarif angkutan pasca Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

Inflasi pada kelompok transportasi juga didorong oleh kenaikan tarif kendaraan roda dua online yang disebabkan oleh pemberlakuan kebijakan normal baru di wilayah Sumatera Barat dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Sementara itu deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya didorong oleh deflasi emas perhiasan dengan andil sebesar 0,03 persen yang sejalan dengan pergerakan harga emas global serta optimisme pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Di sisi lain, tekanan inflasi pada Juni 2020 berasal dari inflasi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen didorong oleh peningkatan harga nasi dengan lauk seiring mulai dibukanya restoran setelah pemberlakuan kebijakan era normal baru.

Dalam rangka pengendalian inflasi di daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan berbagai upaya pengendalian inflasi mulai dari melakukan monitoring persediaan bahan pangan terutama pada 10 kelompok bahan pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah dan bawang putih.

Kemudian meningkatkan koordinasi dan komunikasi efektif anggota TPID untuk menjaga sasaran inflasi stabil serta menjaga daya beli masyarakat terutama di tengah pandemi COVID-19.

Berikutnya melakukan upaya penyelenggaraan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas pangan strategis dalam rangka menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan.

Baca juga: BI : Kenaikan tiket pesawat dan angkutan antar kota jadi penyumbang inflasi di Sumbar

Baca juga: BI Sumbar salurkan 1.430 paket bahan pokok bagi warga terdampak COVID-19


Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar