Kerugian kebakaran Pasar Lubuk Alung Padang Pariaman capai Rp2 miliar

id Kebakaran Pasar Lubuk Alung

Kerugian kebakaran Pasar Lubuk Alung Padang Pariaman capai Rp2 miliar

Foto udara Pasar Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar pascaterbakar Kamis malam (11/7), Lubuk Alung, Jumat (12/7). (Antara Sumbar/Iggoy el Fitra)

Parit Malintang, (ANTARA) - Kepolisian Resor Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memperkirakan kerugian akibat kebakaran Pasar Lubuk Alung yang terjadi pada Kamis malam (11/7) mencapai Rp2 miliar.

"Ada 142 kios dan los yang terbakar malam tadi di Pasar Lubuk Alung, jika dikalikan Rp20 juta untuk satu kios maka hasilnya lebih Rp2 miliar," kata Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Alung AKP Edi Karan di Lubuk Alung, Jumat.

Ia merincikan dari 142 kios dan los yang terbakar terdapat 102 kios yang digunakan pedagang, sedangkan sisanya masih kosong.

Jumlah itu terdiri dari los A 24 unit, los L 30 unit, kios penampungan sebanyak 84 unit, dan los baru sebanyak empat unit.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya bersama tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Medan masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

"Hari ini tim sudah ke lokasi dan hasilnya keluar dalam satu minggu," katanya.

Ia menyampaikan kebakaran di pasar tersebut terjadi pada Kamis pukul 21.15 WIB dan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.

Setidak jumlah kios dan los di Pasar Lubuk Alung dan sekitarnya berjumlah 1.102 unit yang menjual sejumlah kebutuhan warga di daerah itu.

Beruntung kebakaran yang menghanguskan ratusan unit kios dan los di pasar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebelumnya Pasar Lubuk Alung di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman terbakar pada Kamis (11/7) sekitar pukul 21.00 WIB sehingga jalan nasional Padang-Bukittinggi macet.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Padang Pariaman dibantu pemadam dari sejumlah daerah tetangga di antaranya Kota Pariaman, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar