PDAM Payakumbuh benahi sistem pembayaran

id Pdam payakumbuh

Loket Pembayaran PDAM Payakumbuh (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Payakumbuh (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Payakumbuh membenahi sistem pembayaran tagihan rekening PDAM dengan mengganti provider lama ke provider baru.

"Ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat beberapa waktu lalu dimana terjadi kendala dalam proses pembayaran karena kita lagi pergantian provider untuk sistem pembayaran tagihan," kata Direktur PDAM Kota Payakumbuh, Herry Iswahyudi, di Payakumbuh, Kamis.

Pada awal Juni 2019 PDAM, Kota Payakumbuh dan Bank Nagari akan meluncurkan pembayaran tagihan rekening PDAM melalui ATM dan aplikasi yang disediakan oleh Bank Nagari.

"Kami sudah bekerja sama dengan Bank Nagari agar masyarakat dapat lebih mudah untuk melakukan pembayaran tagihan rekening PDAM dan kami juga akan melauncing kerja sama yang sama dengan Bank BNI setelah itu," ujarnya.

Selama proses pergantian provider loket-loket yang bekerja sama dengan PDAM sebelumnya tidak bisa beroperasi melayani masyarakat.

"Namun saat ini setelah berganti dari provider lama ke provider yang baru beberapa pelayanan pembayaran rekening PDAM kembali bisa dilakukan di loket-loket yang sudah bekerja sama dengan PDAM," jelasnya.

Herry mengatakan sejak awal April 2019 sudah ada 36 loket yang beroperasi yang tersebar di seluruh Kota Payakumbuh dan kini sudah ada 50 loket untuk melayani masyarakat untuk membayar tagihan rekening PDAM.

"Sudah ada 50 loket pembayaran yang sudah beroperasi saat ini," ujarnya.

Sementara itu Kasubag Pembacaan Meter PDAM Kota Payakumbuh Syahrizal menjelaskan memang masih ada beberapa data pelanggan yang belum bisa melakukan pembayaran di loket-loket karena sekarang masih dalam proses penginputan data, dan diperkirakan akan rampung akhir Juni mendatang.

"Pelangggan yang belum bisa melakukan pembayaran hingga kini itu karena kita masih dalam proses penginputan dan pembersihan data yang lama, diakhir Juni 2019 semua data sudah online," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar