Tekad Solok Selatan Keluar Dari Status Daerah Tertinggal di Usia 15 Tahun

id solok selatan,daerah tertinggal

Bupati Muzni Zakaria dan Wakil abdulrahman didampingi istri bersalaman usai perayaan HUT Kabupaten ke 15. (ist)

Kabupaten Solok Selatan bertekad keluar dari status daerah tertingg pada momentum daerah tertinggal setelah 15 Tahun usai dimekarkan dari Kabupaten Solok

Pada 2019 ini Pemerintah pusat menargetkan 50 dari 122 Kabupaten/Kota tertinggal di Indonesia akan lepas dari status ketertinggalan dan peluang Solok Selatan menjadi salah satu daerah yang ikut dalam bagian target lepas itu sangat besar.

Hal ini karen Kabupaten yang berjuluk Sarantau Sasurambi tersebut saat ini berada di urutan ke 18 dari 122 daerah tertinggal di Indinesia.

"Tahun 2017 lalu kita masih urutan 35 dan sekarang sudah naik ke posisi 18 dan ini merupakan posisi yang baik serta peluang besar terbebas dari ketertinggalan.

Peluang itu juga didukung dengan sejumlah keberhasilan dan capaian prestasi dalam percepatan pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur kian membaik dan pelayanan publik sudah memperlihatkan capaian yang cukup menggembirakan.
Bupati Solok Selatan memberikan kue kepada Wabup (ist)
"Membangun dan memajukan ekonomi masyarakat di kabupaten ini, menjadi cita-cita besar kami sebagai Kepala Daerah. Visi misi "Sejahtera dan Religius" Itu sudah menunjukkan hasil yang positif dan ngka kemiskinan serta pengangguran tiap tahun terus mengalami tren penurunan dan ini menjadi modal besar keluar dari ketertinggalan," kata Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria didampingi Wabup Abdul Rahman saat perayaan HUT Solok Selatan ke-15.

Dia mengatakan, angka kemiskinan dan pengangguran di Solok Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dimana pada 2017, tingkat kemiskinan berada di angka 7,21 turun dari sebelumnya yang diketahui ada di angka 7,52 pada tahun 2015.

Demikian juga dengan angka pengangguran yang turun menjadi 5,54 di tahun 2017 dari 6,30 di tahun 2015.

Pada momentum perayaan HUT Solok Selatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu berbagai kegiatan pembangunan dan suasana kondusif yang telah tercipta di Solok Selatan selama ini.

"Jika dalam pelaksanaan HUT ini ada undangan atau informasi yang mungkin belum tersampaikan kepada berbagai pihak. Izinkan saya pada kesempatan ini untuk meminta maaf pada masyarakat dan juga perantau kita yang belum mendapatkan undangan dari pihak panitia," ujar Muzni.

Senada, Ketua DPRD Solok Selatan, Sidik Ilyas mengatakan, bakal terus mendukung program-program prioritas pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah.

Legislatif katanya juga meminta maaf kepada masyarakat Solok Selatan jika wakil rakyatnya belum mampu berbuat maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Bupati, wabup dan Sekda masing-masing didampingi istri foto bersama usai perayaan HUT. (ist)
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melalui Asisten Pemerintahan dan Otoda, Devi Kurnia yang turut hadir dalam perayaan Hut Solok Selatan itu menyebutkan, semua aktor pembangunan daerah itu diharapkan lebih giat lagi membantu perwujudan visi misi kepala daerah. Devi juga mengapresiasi hubungan antar lembaga pemerintahan di Solok Selatan yang kian harmonis.

"Tahun 2013 lalu, ketika saya hadir di sini pada waktu Paripurna, terus terang suasananya "mencekam" dan dinamikanya sangat tinggi. Alhamdulilah sekarang ditemui suasana yang sangat kondusif. Tadi selama Bapak Bupati berpidato, saya perhatikan suasananya sangatlah cair dan penuh keakraban," ujarnya.

Hadir dalam hajatan Hut ke-15 Solsel itu, Anggota DPD RI, Leonardy Harmaini, Forkopimda Provinsi Sumbar dan Solsel, Wakil Walikota Solok Reiner, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Irwan Afriadi, Sejumlah pimpinan DPRD di Sumbar dan daerah tetangga, OPD, masyarakat dan perantau, BUMN, Perusahaan, serta tamu undangan lainnya.

Capaian prestasi Solok Selatan selama 2018 juga cukup banyak diantaranya kabupaten itu didaulat untuk pertama kalinya sebagai daerah cukup Peduli HAM oleh Kementerian Hukum dan HAM, pada pertengahan Desember lalu.

Penghargaan sebagai Kabupaten peduli HAM tersebut melengkapi pencapaian sederet prestasi yang diperoleh sepanjang 2018. Seperti, Juara I Tingkat Nasional Kategori Situs Sejarah Terpopuler 2018 untuk Rumah Gadang Panjang Abai, pada Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2018.
Bupati Muzni menyampaikan pidato saat Paripurna Istimewa DPRD. (ist)
Wak Bupati Abdul Rahman menyalami salah satu tamu undangan sebelum Paripurna DPRD dimulai. (ist)
Prestasi lainnya yaitu, Capaian Kinerja Program Imunisasi oleh Kementerian Kesehatan RI. National Procurement Award Kategori Komitmen Penerapan Standar LPSE oleh LKPP. Juara I Tingkat Provinsi Sumatera Barat PLKB non PNS terbanyak mendapat akseptor di wilayah terpencil. Juara I Lomba HATINYA PKK Tingkat Propinsi oleh Nagari Lubuk Gadang Timur Kecamatan Sangir.

Juara II Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan Tingkat Provinsi. Juara Favorit Genre Tingkat Provinsi. Juara II Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi. Juara III Lomba Pengolahan Pangan Lokal Tingkat Provinsi. Juara III the Most Improved kategori Peduli Wisata Award 2018 oleh Gubernur Sumatera Barat.

Ada juga prestasi untuk dunia pendidikan Solsel seperti Program Adiwiyata atau sekolah berbudaya dan berbasis Lingkungan yang disematkan pada MTsN 3 Solsel oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Prestasi selanjutnya adalah atas hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemkab Solsel tahun 2017 dari BPK RI dengan kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar