Tingkatkan daya saing di pasar lokal dan nasional, RKB Payakumbuh bina 3.900 UMKM

id Rumah Kreatif BUMN

Rumah Kreatif BUMN. (ist)

Kami sudah mulai membuka jalan menuju pasar internasional, dengan melakukan promosi ke beberapa negera seperti Inggris dan Singapura
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 3.900 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dibina oleh Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat guna meningkatkan produktivitasnya.

"Program rumah kreatif ini untuk membina UMKM agar lebih memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional," kata Kepala BNI Cabang Payakumbuh, Muhammad Yusrin di Payakumbuh, Selasa.

Ia mengatakan di rumah kreatif tersebut UMKM diajarkan memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya agar jangkauan pendistribusian lebih luas.

Kemudian pihaknya juga mengajarkan pelaku usaha bagaimana caranya mengemas produk agar terlihat lebih menarik sehingga banyak peminat yang menyukainya.

Ribuan UMKM tersebut, lanjutnya terdiri dari beberapa usaha seperti kuliner dan kerajinan.

Semoga melalui RKB ini, kata Yusrin dapat medongkrak perkonomian masyarakat dan juga berimbas pada terbukanya peluang lapangan kerja.

Salah satu UMKM binaan RKB Payakumbuh adalah Rumah Tenun Balai Panjang yang sudah mulai mempromosikan produknya ke luar negeri.

"Kami sudah mulai membuka jalan menuju pasar internasional, dengan melakukan promosi ke beberapa negera seperti Inggris dan Singapura," kata Ketua Asosiasi Tenun Balai Panjang Kota Payakumbuh, Efendi.

Saat ini, lanjutnya Tenun Balai Panjang cukup diminati oleh wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Payakumbuh.

Menurutnya dengan adanya binaan rumah kreatif BUMN tersebut, pihaknya sering ikut dalam pameran kerajinan baik di Sumbar maupun tingkat nasional.

"Kami merasakan manfaat dari binaan rumah kreatif BUMN ini, dan semoga ke depan lebih banyak lagi UMKM yang bergabung," tambahnya.

Ia menyebutkan harga Tenun Balai Panjang kisaran Rp300 ribu hingga Rp600 ribu untuk bahan dasar pakaian. Kemudian harga songket tenun Balai Panjang sekitar Rp800 ribu sampai Rp3 juta.

Pihaknya optimis Tenun Balai Panjang dapat mendunia, apalagi sudah didukung oleh rumah produksi yang diresmikan pada Desember 2017 dan puluhan pengrajin serta dukungan dari pemerintah daerah. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar