Disdikbud Agam pelajari pengabungan SD dengan siswa sedikit

id Penggabungan sekolah,Pendidikan di Agam

Guru SDN 17 Bukik Malintang, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, sedang memberikan materi pelajaran kepada empat siswanya. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sedang mempelajari pengabungan sekolah dasar (SD) memiliki siswa yang sedikit ke sekolah lain sesuai dengan geografis daerah itu.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Muhammad Asri di Lubukbasung, Senin, mengatakan, pihaknya sedang mempelajari tentang jarak satu sekolah dengan sekolah lain, respon masyarakat sekitar dan lainnya.

"Pengabungan itu perlu pengkajian yang matang dan membutuhkan waktu cukup lama," katanya.

Untuk di Agam, tambahnya, kondisi geografis wilayah sangat menentukan pengabungan sekolah tersebut karena geografis wilayah Agam memiliki perbukitan, dataran rendah dan lainnya.

Dengan kondisi itu, arus transportasi tidak begitu lancar.

"Ini harus menjadi perhatian kami agar dengan pengabungan sekolah itu tidak berdampak terhadap siswa," katanya.

Ia mengakui, saat ini ada SDN 22 Sipinang, Kecamatan Palembayan telah digabungkan ke SDN 11 Sipinang, Kecamatan Palembayan.

SDN 22 Sipinang itu hanya memiliki siswa sebanyak 12 orang dan berdekatan dengan SDN 11 Sipinang.

Pengabungan sekolah itu sesuai dengan Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengabungan dan Perubahan Nama Sekolah.

"Saat ini kita masih menunggu surat keputusan dari Bupati Agam Indra Catri terkait pengabungan sekolah tersebut," katanya.

Tempat terpisah, Kepala SDN 17 Bukik Malintang Kecamatan Tanjungmutiara, Ermawati, menambahkan, jumlah siswa di sekolah itu hanya 30 orang dari enam rombongan belajar.

Dengan jumlah ini, maka tidak bisa digabungkan dengan sekolah terdekat karena jarak cukup jauh sekitar lima kilometer.

Selain itu, angkutan desa (Angdes) dan ojek juga tidak ada di daerah itu. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar