Bikin akta kelahiran di Padang Pariaman bisa di RSUD

id Akta lahir

Akte kelahiran. (Antara)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bersinergi dengan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat untuk memberikan pelayanan dalam penerbitan akta lahir.

"Kami sudah sediakan lokasi untuk Dinas Dukcapil di RSUD agar dapat membantu warga dalam mengurus akta kelahiran anaknya," kata Pelaksana Tugas Direktur RSUD Padang Pariaman, dr Janeli Mar di Parit Malintang, Rabu.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini pihak rumah sakit hanya mengeluarkan surat keterangan melahirkan dan untuk akta lahir warga harus mengurusnya lagi ke Disdukcapil.

Lewat kerjasama ini maka ketika warga membawa anaknya pulang juga akan membawa akta lahir sehingga tidak perlu lagi mendatangi dinas terkait.

"Ini merupakan inovasi kami dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat," katanya.

Di samping itu untuk kemudahan lainnya, pihaknya juga akan memberikan pelayanan jemput antar gratis kepada pasien yang lokasinya dekat dengan RSUD tersebut.

Dari sisi pelayanan medis, ia menjelaskan pihaknya kini sedang mengotimalkan kinerja dokter pascaunjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah tenaga medis sehingga berdampak pada dinonaktifkannya enam dokter spesialis di RSUD tersebut.

"Meski enam dokter dinonaktifkan dari 21 dokter spesialis namun tidak begitu berpengaruh karena ada dokter spesialis pengganti, pelayanan masih tetap bisa berjalan," ujarnya.

Kendala saat ini yaitu agak kesulitan untuk dokter spesialis ortopedi dan kulit.

Dokter spesialis kulit masih dapat diatasi dengan dokter umum untuk penyakit yang tidak terlalu parah namun untuk penyakit yang parah harus dirujuk.

Sementara, Kepala Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman, M. Fadhly mengatakan program pelayanan akta lahir tersebut sudah dilakukan oleh instansi tersebut semenjak dua tahun terakhir.

"Namun itu baru untuk Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman, sedangkan RSUD Padang Pariaman dan Kota Pariaman sedang tahap persiapan," ujar dia.

Ia mengatakan tujuan dibentuknya pelayanan tersebut yaitu untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus kependudukan.

"Bila perlu nanti kita sinergikan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan agar anak langsung terdaftar pada jaminan kesehatan nasional," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar