Empat tips memilih kampus swasta kata Koordinator Kopertis X

id Kopertis

Empat tips memilih kampus swasta kata Koordinator Kopertis X

Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Sewasta (Kopertis) Wilayah X, Prof Herri. (ANTARA SUMBAR/MR Denya Utama)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Koordinator Kopertis wilayah X Prof Herri mengatakan ada beberapa hal bagi masyarakat untuk memilih kampus swasta berkualitas.

"Kampus swasta tidak ubahnya seperti negeri namun perlu pertimbangan utama sebelum kuliah di dalamnya," ujar dia di Padang, Jumat.

Pertama, memilih program studi atau jurusan sesuai pilihan dan minat masyarakat.

Kedua, melihat akreditasinya baik secara institusi maupun program studi.

Akreditasi A atau B untuk prodi atau institusi menandakan kampus tersebut terpercaya dan berkualitas dalam berbagai hal.

Namun kampus dengan akreditasi C atau baru terakreditasi ada dua hal yakni baru berdiri atau mengalami penurunan kualitas kampus.

Di samping itu kampus tidak terakreditasi atau tengah akreditasi ulang berakibat mahasiswa tidak dapat melaksanakan wisuda.

Ketiga, melihat ada tidaknya ruang perkuliahan dan kantor jurusan, fakultas atau rektorat serta gedung pustaka dan laboratorium.

Biasanya kata Herri saat promosi, kampus swasta menampilkan semua sumber daya yang dimiliki mulai dari akreditasi, sarana, hingga sumber daya pengajar.

Hal ini perlu jadi acuan sembari calon mahasiswa memastikan dan melakukan identifikasi informasi melalui dalam jaringan atau kunjungan langsung.

Untuk gedung perkuliahan ini dinilai penting sebagai acuan memilih kampus guna memberikan kenyamanan saat belajar.

Sebab adakalanya kampus swasta menumpang atau menggunakan bangunan instansi lain, ini mungkin saja dapat mengganggu perkuliahan.

Sedangkan gedung jurusan, fakultas, rektorat penting untuk memudahkan urusan administrasi perkuliahan.

Dosen atau pengajar perlu juga diperhatikan dari gelar, semakin tinggi gelar menandakan kampus atau program studi berpengalaman dan berkualitas.

Gedung perpustakaan dan laboratorium penting untuk menunjang pembelajaran, akan tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini hal tersebut bersifat tentatif.

Akan tetapi hal ini bukan sebuah keharusan karena akan terlihat saat memasuki kampus dan berkuliah.

Keempat, mengukur domisili dengan lokasi kampus.

Hal ini penting juga untuk memberikan kelancaran kepada mahasiswa berkuliah dan administrasinya.

Akan tetapi ini juga bergantung pada kebutuhan program studi yang diminati calon mahasiswa.

Selain keempat pertimbangan tersebut masih ada pertimbangan lain seperti popularitas secara positif di media.

Baik itu dalam hal prestasi, hasil penelitian atau peranan dalam masyarakat. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.