Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025

id Bencana Sumbar, Sitinjau lauik, Lembah Anai

Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025

Sejumlah alat berat melakukan pengerjaan di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat yang terputus akibat dihantam banjir bandang. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Padang (ANTARA) - Jalur jalan Lembah Anai di Tanah Datar Sumatera Barat yang menghubungkan Kota Padang - Padang Panjang/Bukitinggi menjadi ruas jalan paling trending pada akhir 2025 atau setelah kejadian bencana alam banjir bandang melanda Sumbar.

Akibat kejadian banjir bandang atau galodo di aliran Sungai Batang Anai yang terjadi pada 27 Desember 2025 mengakibatkan jalan Lembah Anai tergerus dan putus.

Butuh waktu dua pekan untuk memperbaikinya untuk bisa dilintasi kendaraan ringan, belum untuk kendaraan berat dan besar.

Putusnya jalur Lembah Anai membuat tranportasi di Sumbar ke arah Barat terputus. Pasalnya jalur alternatif Padang Pariaman-Malalak-Bukitinggi juga terputus akibat longsor.

Seluruh daya dikerahkan untuk melakukan normalisasi jalur Lembah Anai itu, yang hingga pergantian tahun 2026 masih dilakukan penjadwalan untuk melintas di jalan itu.

Sejak jalur Lembah Anai terkendala hampir seluruh arus lalu lintas dari dan ke Kota Padang melalui tanjakan ekstreme Sitinjau Lauik sebagai satu-satunya jalan yang masih bisa dilintasi.

Kepadatan luar biasa terjadi di Sitinjau Lauik, namun tidak ada alternatif lain agar jalur distribusi dan ekonomi Kota Padang dan Sumatera barat bisa tetap normal.

Akibat kepadatan di jalur tanjakan itu, jumlah kecelakaan meningkat, hampir setiap hari ada insiden. Namun institusi terkait telah melakukan antisipasi, menebar personil di lapangan, menyiapkan alat berat, derek dan segala sumber daya dikerahkan untuk memastikan jalur Sitinjau Lauik tetap bisa dilintasi.

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.