Tanah Datar Fokus Benahi Tiga Destinasi Wisata

id Istana Pagaruyung

Istana Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar.(ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat.)

Batusangkar, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, fokus membenahi tiga objek wisata yang disiapkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanah Datar, Edi Susanto di Batusangkar, Jumat (15/12), mengatakan berdasarkan edaran dari provinsi dan pusat untuk memilih destinasi wisata unggulan, maka pihaknya menyiapkan tiga objek wisata yang ada di Tanah Datar.

Ketiga obyek wisata itu adalah Istano Basa Pagaruyuang, Puncak Pato serta Desa Wisata Pariangan.

Sekalipun tiga objek ini disiapkan untuk menjadi destinasi unggulan, namun Disparpora juga memperhatikan beberapa destinasi lain, seperti Danau Singkarak, Kampuang Minang di Sumpu, Kincia Kamba tigo dan lain sebagainya.

Untuk Istano Basa Pagaruyung hingga saat ini pihaknya sudah memulai membebaskan lahan di samping objek wisata guna memperluas area istana, tahun depan juga akan ditambah dengan anggarang lebih kurang empat miliar.

Selanjutnya untuk objek wisata Puncak Pato juga sudah mulai dibenahi sebagai salah satu pusat wisata budaya yang terkenal sebagai tempat pendeklarasian Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Untuk pembenahan Puncak Pato tahun depan sudah dianggarkan senilai Rp1,4 miliar dan ditambah dengan dana burden sharing dari provinsi senilai Rp560 juta, jadi ada lebih kurang Rp1,9 miliar anggaran untuk pembenahan lokasi tersebut," jelasnya.

Sementara Desa Wisata Pariangan yang dikenal sebagai desa terindah di dunia sudah dianggarkan senilai Rp1,5 miliar untuk tahun 2018 untuk pembenahan beberapa infrastruktur penunjang pariwisata.

Menurutnya beberapa pembenahan yang akan dilakukan adalah masalah lokasi parkir kendaraan wisatawan serta pemandian air panas Luak Rajo, selain itu juga direncanakan untuk pengadaan bus wisata khusus bagi wisatawan untuk mengelilingi daerah tersebut.

"Dalam pengembangan kawasan Desa Wisata Pariangan kita juga dibantu dengan adanya Dana Anggaran Khusus (DAK) nagari serta dana CSR dari Hotel Emersia," katanya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Istano Basa Pagaruyuang Ridwan mengatakan untuk tahun 2017 pihaknya hampir mencapai target pendapatan yang ditetapkan oleh Pemda.

"UPT Istano dibebani target pendapatan senilai Rp3,6 miliar untuk tahun 2017, hingga minggu pertama Desember ini sudah mencapai Rp3,3 miliar, menjelang berakhirnya tahun 2017 semoga target tersebut dapat terpenuhi," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar