Pencapaian Target Produksi Padi Solok Selatan Terganggu Kemarau

id target, produksi, GKP, solok selatan

Pencapaian Target Produksi Padi Solok Selatan Terganggu Kemarau

Sawah di daerah Nagari Pasir Talang, Sungai Pagu, Solok Selatan, terancam kekeringan. (ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho)

Padang Aro, (AntaraSumbar) - Upaya pencapaian target produksi gabah kering panen Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2015 sekitar 138.000 ton terganggu musim kemarau.

"Dari pantauan kami ada sekitar 18 hektare sawah tidak bisa ditanami untuk musim tanam kedua 2015 karena tidak mendapatkan pasokan air akibat kemarau. Ini menganggu upaya kami mencapai target produksi 2015," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan Zamzami ketika dihubungi di Padang Aro, Kamis.

Solok Selatan tahun ini menargetkan produksi GKP sebanyak 138.000 ton dengan luas tanam 26.000 hektare. Sementara target produksi satu hektare sebesar 5,3 ton dengan musim tanam 2,5 kali setahun.

Ia menyebutkan, sawah-sawah tersebut merupakan sawah tadah hujan. Sawah yang mengalami kekeringan itu berada di Pulakek, Nagari Koto Baru, seluas delapan hektare dan di Nagari Pasir Talang sekitar 10 hektare. Kedua nagari tersebut berada di Kecamatan Sungai Pagu.

Kendati Dinas Pertanian Peternakan dan PerikanaN menyedia 10 unit pompa air yang bisa dipinjam oleh kelompok tani untuk mengairi sawah, namun menurut dia untuk di kedua daerah sulit mencari sumber air.

"Sumber air kedua daerah itu dari perbukitan yang saat ini dalam kondisi kering," katanya.

Sementara terkait sawah yang berada di Palak Laweh, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu yang luasnya mencapai puluhan yang juga mulai kekurangan air, katanya, tanaman padi di daerah itu rata-rata telah berumur sekitar dua bulan sehingga tidak terlalu membutuhkan air.

"Rata-rata umur tanaman padi di Palak Laweh itu dua bulan sehingga tidak begitu membutuhkan air," katanya.

Sementara seorang petani di Pasir Talang, M. Zen (64), menyebutkan sawah di daerah Koto Langang yang mengalami kekeringan mencapai 20 hektare sehingga tidak bisa ditanami.

"Sawah di Koto Langang itu masuk program pemerintah untuk ketahanan pangan sekitar 20 hektare. Bibit dan pupuk sudah diberikan, tapi kalau air tidak ada bagaimana mau mengolahnya," katanya.

Ia menyebutkan, sebagian petani di daerah itu sudah membajak sawahnya. "Tapi karena air tidak ada, mereka sementar berhenti mengolah sawah," katanya.

Ia mengatakan, pasokan air untuk sawah di daerah Koto Langang tersebut bersumber dari irigasi Sapan, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Selain di daerah Koto Langang, katanya, sawah-sawah yang berada di Palak Laweh juga terancam kekeringan karena tidak mendapatkan aliran air.

"Di Palak Laweh sudah mulai tanam. Ada yang berumur 1,5 bulan ada yang dua bulan," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.