Pasaman Barat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat produksi padi di daerah itu mencapai 76.138 ton gabah kering panen selama periode Januari-November 2025.
"Produksi padi itu panen di atas lahan 16.269 hektare yang tersebar di 11 kecamatan," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Jumat.
Menurut dia, capaian produksi padi itu dilakukan dengan sejumlah upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi.
Upaya intensifikasi yang dilakukan, katanya, di antaranya dengan optimalisasi lahan yang ada berupa memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.
"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," katanya.
Selain itu juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal.
Selanjutnya upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada. Juga membuat aturan melalui Peraturan Daerah mengenai larangan alih fungsi lahan atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dia menjelaskan produksi padi tertinggi berada di Kecamatan Pasaman sebanyak 16.048 ton, lalu Kecamatan Talamau sebanyak 13. 726, Kecamatan Kinali 10. 890 ton dan Kecamatan Lembah Melintang dengan produksi 10.352 ton.
Lalu disusul Kecamatan Ranah Batahan dengan produksi 6.875 ton, Kecamatan Gunung Tuleh 6.547 ton, Kecamatan Koto Balingka 4.407 ton, Kecamatan Sungai Aur dengan produksi 2.991 ton, Kecamatan Sungai Beremas dengan produksi 2.200 ton, Kecamatan Luhak Nan Duo 1.460 ton dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dengan produksi 641 ton.
Pihaknya juga memberikan bantuan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian baik melalui anggaran APBD maupun provinsi dan pusat
"Sejauh ini tidak ada kendala petani dalam memperoleh pupuk," katanya.
