Padang, (Antara) - Pengembangan agrowisata bukan sekadar membangun infrastruktur dan menanam berbagai komoditas dalam kawasan yang ditetapkan, tapi harus dikelola secara baik dan berkelanjutan supaya memberi dampak positif.Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI Yul Herry Bahar di Balai Benih Induk (BBI) Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, saat sambutan pada peresmian kawasan agrowisata terpadu oleh Gubernur Irwan Prayitno, Sabtu.Menutur dia, apabila kawasan agrowisata di kelola secara baik tentu akan banyak mendatangkan pengunjung dan sebagai wadah promosi pangan yang dimiliki Sumatera Barat, serta wahana edukasi bagi masyarakat.Sebab, Sumbar selama ini sudah menjadi sentra beragam tanaman holtikultura yang jadi acuan di sejumlah provinsi, karena konsep inovasi dalam pengembangan selalu ada. Langkah dalam pengembangan agrowisata yang melibatkan lintas instansi sangat diapresiasi dan diharapkan ke depan tetap terus berjalan, berkembang lebih baik.Yul menyatakan, Pemprov Sumbar dengan menetapkan kawasan agrowisata terpadu sudah menjalankan amanah Undang-undang Nomor 13 tahun 2010 tentang Holtikultura. Ditjen Holtikultura terus berkomitmen mendorong dan memberi perhatian terhadap daerah yang punya komitmen dalam pengembangan agrowisata.Kawasan agrowisata di Balai Benih Induk (BBI) Lubuk Minturun Kota Padang berada pada 40 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan luas sekitar 9,5 hektare yang melibatkan sembilan SKPD tingkat provinsiGubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pengembangan obyek agrowisata tidak terlepas dari tinggi minat masyarakat sejak Padang jadi tuan rumah Hari Ketahanan Pangan nasional tahun lalu.Sejak 2011 dirancang agrowisata terpadu yang sampai diresmikan sudah menelan biaya sekitar Rp16 miliar bersumber dari APBD dan Rp1,7 miliar APBN."Kami berterima kasih kepada Kementan yang selalu memberikan dukungan dan cepat dalam proses memberikan anggaran. Buktinya belum habis anggaran 2015 sudah ditetapkan pula alokasi untuk perubahan yang tersebar pada sejumlah instansi di daerah," katanya. (sir)
Pengembangan Agrowisata harus Secara Berkelanjutan
