Batusangkar, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terus berupaya mengembangkan program pertanian karena sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani.


         "Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tetap komitmen menjadikan sektor pertanian menjadi salah satu dari empat program prioritas pembangunan di samping program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pariwisata, dan pembangunan infrastruktur," kata Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, Selasa.


         Saat melakukan panen padi sistem Salibu di Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, bupati mengapresiasi anggota Kelompok Tani Wanita Flamboyan, Nagari Tabek, yang mengembangkan tanam padi sistem Salibu memanfaatkan teknologi Jajar Legowo (Jarwo).


         "Dengan pelaksanaan tanam padi Salibu Jajar Legowo ini akan mampu meningkatkan taraf ekonomi petani kita, karena banyak manfaat dirasakan, mulai dari biaya produksi yang turun sampai hasil panen yang meningkat," katanya.


         Ia menyebutkan dengan keberhasilan yang dicapai di Nagari Tabek ini, ke depan dinas terkait akan membuat program satu nagari tiap kecamatan untuk melaksanakan tanam padi Salibu teknologi Jarwo ini.


         "Nagari Tabek ini tetap menjadi pilot proyek, kecamatan lainnya diharapkan bisa menjadikan minimal satu nagari sebagai contoh dalam penerapan sistem tanam ini," katanya.


         Ia menjelaskan dari sektor pertanian telah menyumbang 25 persen dari tingkat kesejahteraan masyarakat.


         "Untuk itu, diminta petugas penyuluh lapangan (PPL) terus memberikan bimbingan kepada petani dalam pengembangan padi Salibu ini," katanya.


         Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Besli menyampaikan Tanah Datar telah berhasil melaksanakan sistem tanam padi Salibu bahkan dengan memanfaatkan teknologi Jarwo.


         "Disamping mampu menekan biaya produksi, padi Salibu dengan teknologi Jarwo juga mampu meningkatkan kapasitas panen dari 4-5 ton/hektare menjadi 9-10 ton/hektare," katanya.


         Ia menyebutkan keberhasilan petani Tanah Datar ini telah menarik perhatian Pemerintah Pusat untuk menyalurkan bantuan  pengembangan tanam padi seluas 500 hektare.


         "Tanah Datar merupakan salah satu daerah lumbung padi, sehingga dengan pelaksanaan padi Salibu dengan teknologi Jarwo, Pemerintah memberi bantuan berupa benih, alat kelengkapan pertanian, pupuk, dan lain-lain," katanya.


         Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Daryanto Sabir menyampaikan Nagari Tabek sudah menjadi pilot proyek dan ikon dari padi Salibu dan sudah mendapat perhatian dari Pemprov Sumbar bahkan Pemerintah Pusat.


         "Nagari Tabek sudah melaksanakan tanam padi Salibu yang terbukti mampu menekan biaya produksi Rp2 sampai 2,5 juta per tanam, karena sistem ini menumbuhkan kembali batang sisa panen sehingga tidak perlu lagi proses penyemaian benih dan beberapa langkah lainnya," katanya.


         Ikut melakukan panen padi tersebut Anggota DPRD Tanah Datar Dafrizal, Camat Pariangan Suhardi, Kepala UPT Dinas Pertanian Pariangan Irdawati, Wali Nagari Tabek Beni Monika, pejabat dan staf dinas pertanian, dan penyuluh pertanian setempat. (*)