TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 18 Agustus 2017 - 26 Zulqaidah 1438 H

Solok Selatan Bangun Jamban Upayakan Keluar Dari Status Tertinggal

Ilustrasi Solok Selatan (Antara)
Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat tahun ini membangun 350 jamban bagi Rumah Tangga Miskin (RTS) sebagai salah satu upaya percepatan keluar dari status daerah tertinggal.

"350 jamban dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai Rp850 juta dan dikerjakan secara swakelola dan ini sebagai upaya percepatan keluar dari status daerah tertinggal", kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Sabtu.

Dia menjelaskan, indikator daerah tertinggal di bidang kesehatan ada empat yaitu angka harapan hidup, sarana prasarana, rasio dokter dengan jumlah penduduk, sanitasi air bersih dan jamban.

Yang belum tercapai kata dia, yaitu angka harapan hidup dan sanitasi jamban sedangkan rasio dokter dan air bersih sudah terpenuhi.

Dia mengatakan, rasio dokter dengan jumlah penduduk yaitu satu dokter untuk 2500 jiwa.

Sedangkan untuk dokter spesialis empat dasar sudah terpenuhi yang terdiri dari ahli jiwa, satu orang, spesialis anak, bedah dan kebidanan masing-masing dua orang.

Sedangkan untuk tenaga bidan kata dia, 124 orang ditambah 85 tenaga PTT yang sudah lulus ASN, dokter 34 orang.

"Sembilan puskesmas yang kita miliki semuanya sudah miliki dokter," kata dia.

Dia menambahkan, khusu untuk jamban bila hanya mengandalkan bantuan dari APBD tidak akan bisa tercapai sesuai target 2019.

Untuk itu kata dia, pada tahun ini sebanyak 717 orang siswa poltekes dari lima program studi yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) didorong untuk bisa mengajak masyarakat untuk membuat jamban sendiri.

"Mahasiswa yang akan KKN tersebut akan kita arahkan untuk mendorong masyarakat untuk membuat jamban dirumah masing-masing," ujarnya.

Untuk program jamban melalui APBD sendiri kata dia, sudah dilaksanakan sejak 2015 dan 2016 masing-masing 250 unit dan kembali di anggarkan tahun ini untuk 350 unit.




Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga