Kawasan Industri Semangke Siap Ekspor pada September

id Kawasan Industri Semangke Siap Ekspor pada September

Jakarta, (Antara) - Kawasan industri Semangke, Sumatera Utara yang sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) diharapkan siap untuk ekspor perdana pada September 2014. "Semangke itu sudah sesuai jalur, jadi diharapkan investor sudah dapat berproduksi, dan september ini diharapkan ekspor perdana sudah bisa berjalan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa selaku Ketua Dewan Nasional KEK di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa. Investor pertama yang sudah masuk adalah PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) yang menurut Hatta kini sudah diikuti oleh beberapa investor lain yang akan mengembangkan industri di kawasan Semangke. Hatta juga mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan bekerja sama dengan Pelindo untuk membangun pelabuhan samudra Kuala Tanjung terbesar di wilayah Semangke pada 2014 ini. "Maka sesuai dengan rencana MP3EI, Kuala Tanjung akan menjadi salah satu pelabuhan samudra terbesar di daerah tersebut untuk mengantisipasi kemajuan ke depan tetap dapat diwujudkan," kata Hatta. Lebih lanjut Hatta juga memaparkan bahwa pemerintah kembali mengajukan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yang dianggap sudah siap, sehingga dapat segera diusulkan kepada Presiden. Dari empat daerah yang diusulkan sebagai KEK, tiga di antaranya yang dinyatakan layak dan sudah siap adalah; Tanjung Apiapi yang diusulkan oleh Pemprov Sumatera Selatan, Mandalika yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat, dan Morotai di wilayah Maluku Utara. Luas wilayah Mandalika yang diusulkan sebagai KEK adalah 1.250 hektare dengan rencana nilai investasi Rp2,2 triliun, sementara di wilayah Morotai rencananya wilayah yang diusulkan seluas 15.000 hektare dengan rencana nilai investasi Rp6,8 triliun, dan luas daerah Tanjung Apiapi yang diusulkan untuk dikembangkan sebagai KEK adalah 2.030 hektare, dengan rencana nulai investasi Rp12,302 triliun. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.