Bandung (ANTARA) - BUMN PT Len Industri dipercaya pabrikan radar Italia Eldes untuk melakukan perakitan ulang dan optimalisasi sistem Mobile Cuaca Respons Cepat (MCRC) milik BMKG guna mengamankan keselamatan penerbangan pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Langkah strategis yang juga diambil Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini menyusul keterbatasan mobilitas tenaga ahli pabrikan dari Italia pada periode libur panjang tersebut, sehingga penanganan teknologi kritikal yang biasanya melibatkan supervisi langsung pihak asing, kini diserahkan kepada kapabilitas industri pertahanan dalam negeri.
Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan dalam keterangan di Bandung, Jawa Barat, Senin, mengatakan mandat ini menjadi bukti kesiapan sumber daya nasional dalam menangani teknologi vital dalam waktu singkat.
"Kepercayaan yang diberikan BMKG dan produsen radar internasional kepada Len merupakan bukti bahwa kapabilitas teknis anak bangsa mampu menjawab kebutuhan kritis, bahkan dalam kondisi waktu yang sangat terbatas," ujar Joga.
Optimalisasi radar cuaca ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mendukung keselamatan masyarakat serta kelancaran penyelenggaraan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Perakitan ulang radar canggih tersebut dilakukan di fasilitas PT Len Industri di Bandung dengan standar mutu dan keselamatan ketat sesuai spesifikasi global Eldes.
Setelah melalui serangkaian pengujian, MCRC tersebut langsung ditempatkan di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat. Keberadaan radar ini krusial untuk memantau kondisi cuaca secara seketika (real time), yang menjadi data utama bagi pilot dan otoritas bandara dalam menjamin keselamatan transportasi udara di tengah cuaca ekstrem.
Selain sistem MCRC di Kertajati, BUMN yang bergerak di bidang elektronika pertahanan ini juga merampungkan perawatan kendaraan Sprinter BMKG yang beroperasi di KM 166.
Seluruh sistem pendukung pada kendaraan taktis pemantau cuaca tersebut dipastikan berfungsi optimal untuk memantau jalur strategis arus mudik dan balik.
Keberhasilan teknisi lokal dalam mengambil alih peran teknisi pabrikan asing ini dinilai memperkuat ekosistem industri strategis nasional, sekaligus mendukung upaya substitusi impor dan penguasaan rantai nilai teknologi di dalam negeri.
"Saat ini seluruh sistem radar cuaca dan kendaraan pendukung yang ditangani Len telah beroperasi secara normal dan andal," tutur dia.
