Logo Header Antaranews Sumbar

Diseminasi KI 2025: Kemenkum Sumbar kuatkan perlindungan hak cipta dan desain industri

Senin, 8 Desember 2025 17:56 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenkum Sumbar Alpius Sarumaha saat membuka diseminasi di Padang, pada Minggu (7/12). ANTARA/KemenkumSumbar

Padang (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Sumbar) Dr Alpius Sarumaha membuka pelaksanaan Diseminasi hak cipta dan desain industri bertajuk "Mendorong inovasi dan kreativitas bernilai ekonomi melalui pelindungan dan pemanfaatan hak cipta dan desain industri" di Padang pada Minggu (7/12).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum Lista Widyastuti, dan sejumlah pimpinan instansi vertikal seperti Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar Kunrat Kasmiri, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumbar Nurudin, dan Guru Besar FH Universitas Andalas Prof Dr Zainul Daulay.

"Diseminasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) di daerah melalui kolaborasi lintas sektor," kata Kepala Kemenkum Sumbar Alpius Sarumaha.

Ia menegaskan bahwa pelindungan dan pemanfaatan Hak Cipta dan Desain Industri tidak boleh berjalan parsial, harus ada kesatuan langkah antara pemerintah, akademisi, dan industri agar inovasi daerah benar-benar bernilai ekonomi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hak cipta dan desain industri sebagai program Tematik 2025 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menjadi pijakan penting dalam percepatan literasi KI.

Langkah itu diperkuat melalui pengembangan Kawasan Berbasis KI peningkatan kapasitas SDM kreatif, serta pembinaan pemerintah daerah dan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan KI secara optimal.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Wahendra W selaku narasumber menjelaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor unggulan provinsi.

Dengan potensi besar berada pada sub sektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, hingga aplikasi digital. Namun tantangan berupa akses pasar, digitalisasi produk, dan kapasitas SDM masih perlu diperkuat.

Ia memaparkan strategi pengembangan melalui perluasan akses permodalan (termasuk KUR), promosi melalui festival daerah, penguatan pemasaran digital, pengembangan creative hub, dan kolaborasi pemerintah–akademisi–komunitas–industri.

Beberapa praktik baik seperti Festival Batik Sawahlunto, Tanah Datar Ekraf Festival, dan Pasa Ekraf Dharmasraya disebut sebagai contoh nyata inisiatif yang mampu menggerakkan UMKM dan membuka peluang ekonomi baru.

Kegiatan diseminasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada penguatan kapasitas peserta dan percepatan pemanfaatan KI dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Melalui penyelenggaraan ini, Kanwil Kemenkum Sumbar berharap terbangun ekosistem KI yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu mendorong pertumbuhan inovasi bernilai ekonomi.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026