Nilai PDRB Lampung Triwulan III Rp43,83 Triliun

id Nilai PDRB Lampung Triwulan III Rp43,83 Triliun

Bandarlampung, (Antara) - Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung pada triwulan III-2013 mencapai Rp43,83 triliun. "PDRB Lampung itu naik dua kali lipat dalam waktu lima tahun terakhir. Nilai PDRB berdasarkan harga berlaku mencapai Rp43,83 triliun," kata Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Budi Cahyono di Bandarlampung, Sabtu. Ia menyebutkan pada triwulan III-2009 PDRB Lampung berdasarkan harga berlaku senilai Rp23,13 triliun. Pada periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp28,55 triliun. Pada triwulan III-2011 PDRB Lampung atas dasar harga berlaku sebesar Rp33,63 triliun, dan pada periode yang sama tahun 2012 senilai Rp37,75 triliun. Ia menjelaskan bahwa pada triwulan III-2013 menurut lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyumbang PDRB terbesar, yakni Rp15,9 triliun. Kemudian disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp6,8 triliun. Selanjutnya sektor industri pengolahan dengan Rp6,6 triliun. Sektor angkutan dan komunikasi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB Lampung, yakni sebesar Rp5,3 triliun, sektor jasa-jasa Rp4 triliun, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan senilai Rp2,6 triliun. Selanjutnya, sektor bangunan Rp1,3 triliun, sektor pertambangan dan penggalian Rp774,9 miliar, dan sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar Rp238 miliar. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 6,03 persen 'year on year' (yoy), sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,99 persen (yoy). Sektor pertanian, masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di Lampung, disusul sektor lainnya yakni perdagangan, restoran, dan hotel serta sektor industri, juga sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Pertumbuhan sektor pertanian diperkirakan masih cukup baik, sejalan dengan kondisi cuaca yang mendukung, katanya pula. Begitupula dengan kinerja sektor industri yang diperkirakan membaik, sejalan dengan membaiknya kinerja ekspor. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.