Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita provinsi ini mencapai Rp50,59 juta atau 3.571,02 dolar Amerika Serikat.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati di Padang, Senin mengatakan perekonomian Sumatera Barat tahun 2022 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp285,38 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp50,59 juta atau US$3.571,02.
Menurut dia jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun 2021 yang berada di angka 3.169,86 dolar Amerika Serikat atau Rp45,36 juta.
"Ekonomi Sumatera Barat tahun 2022 tumbuh sebesar 4,36 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2021 yang tumbuh sebesar 3,29 persen," kata dia.
Menurut dia Sumatera Barat menyumbang 6,76 persen terhadap perekonomian di Pulau Sumatera dan hanya 1,49 persen terhadap perekonomian nasional.
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat merupakan urutan ketujuh dibanding provinsi lain di Pulau Sumatera. Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera adalah Sumatera Selatan yang naik 5,23 persen dengan kontribusi 14,02 persen.
"Sementara untuk pertumbuhan ekonomi yang terendah adalah Aceh dengan pertumbuhan 4,21 persen dengan kontribusi 5,02 persen" kata dia
Sementara itu untuk struktur dan pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha di triwulan IV 2022 67,71 persen yang berasal dari pertanian, perdagangan, transportasi & pergudangan, konstruksi dan industri pengolahan.
Untuk sektor pertanian di PDRB secara struktur mencapai 21,24 persen dan mengalami kenaikan 5,59 persen secara year on year, sama juga dengan sektor perdagangan secara struktur di angka 16,40 persen dan tumbuh 3,85 persen yoy.
Ia mengatakan kenaikan paling tinggi terjadi di sektor usaha lainnya yang tumbuh 11,07 persen namun strukturnya kecil yakni hanya 2,05 persen.
"Sementara sektor yang mengalami perlambatan adalah sektor pertambangan yang mengalami kontraksi -3,20 persen yang memiliki struktur PDRB 3,04 persen dan sektor administrasi pemerintahan juga mengalami kontraksi -0,35 persen dengan struktur PDRB 6,52 persen," katanya.
