Pemkab Agam cari penyebab puluhan pelajar keracunan makanan

id pelajar keracunan MBG Agam,Kabupaten Agam, Sumatera Barat,Pemkab Agam,keracunan usai menyantap MBG

Pemkab Agam cari penyebab puluhan pelajar keracunan makanan

Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi Ar (kanan) sedang membezuk pasien keracunan di Puskesmas Manggopoh, Rabu (1/10). Dok ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat bakal melakukan pemeriksaan sumber makanan yang mengakibatkan puluhan pelajar mengalami keracunan yang diduga usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (1/10).

Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi Ar di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan sampek makanan yang disantap pelajar sudah diambil di dapur penyedia dan dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang.

"Sampel telah kita ambil dan kita kirim ke BPOM Padang untuk diperiksa dalam memastikan penyebab keracunan itu," katanya.

Ia mengatakan ada 28 pelajar TK dan SD tersebar di Nagari atau Desa Manggopoh dan Kampung Tangah keracunan usai menyantap MBG, Rabu (1/10) siang.

Mereka mengalami muntah-muntah usai menyantap nasi goreng yang disediakan dapur penyedia.

Setelah itu orang tuanya langsung membawa ke Puskesmas Manggopoh, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Riki Bunda.

Seluruh pasien mendapatkan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit itu dengan maksimal.

"Kita menyediakan lima mobil ambulan di Puskesmas Manggopoh untuk merujuk pasien ke RSUD Lubuk Basung dan termasuk menyediakan tenaga medisnya," katanya.

Ia menambahkan Pemkab Agam masih melakukan indentifikasi ke sekolah dan jorong terkait korban lainnya.

"Berkemungkinan korban akan bertambah nantinya," katanya.

Untuk biaya berobat bagi yang tidak terdaftar di BPJS, maka Pemkab Agam akan mencarikan solusinya, mengingat ini merupakan program nasional.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.