Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta setiap bupati dan wali kota di provinsi setempat untuk memperketat pengawasan usaha jasa penginapan menyusul insiden meninggalnya seorang perempuan di salah satu penginapan yang diduga akibat terpapar karbon monoksida (CO).
"Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi seluruh kepala daerah di Sumbar agar memperketat pengawasan terhadap usaha jasa penginapan, baik hotel, wisma, homestay hingga tenda glamping yang bersifat komersial," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Senin.
Untuk diketahui pada Kamis (9/10) pasangan suami istri Cindy Desta Nanda (28) dan Gilang Kurniawan (28) diduga terpapar karbon monoksida di salah satu penginapan di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Korban perempuan dinyatakan meninggal dunia sementara korban laki-laki dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Eks Wali Kota Padang itu mengatakan kejadian tersebut harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi setiap kepala daerah untuk memastikan jasa penginapan tidak hanya nyaman, tapi juga aman bagi setiap pengunjung.
"Setiap usaha penginapan harus benar-benar memenuhi standar keamanan dan perizinan sesuai ketentuan. Keselamatan pengunjung adalah hal utama," tegas Mahyeldi.
Gubernur mengatakan masih menunggu laporan resmi dari pemerintah Kabupaten Solok agar bisa dikaji secara menyeluruh, termasuk mencarikan langkah-langkah pencegahannya untuk ke depannya.
Mahyeldi menambahkan Pemerintah Provinsi Sumbar terus berkomitmen memperkuat tata kelola sektor pariwisata yang aman dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek keselamatan wisatawan merupakan bagian penting dari citra dan kenyamanan destinasi di Ranah Minang.
Apalagi, sambung dia, Sumbar selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Para pemangku kepentingan terutama kepala daerah harus bisa memastikan aspek keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama.
"Seluruh pelaku usaha pariwisata termasuk penginapan wajib menjadikan keamanan dan keselamatan tamu sebagai prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya menegaskan.
