Persiapan mengemudi kendaraan melintasi kawasan Sitinjau Lauik

id tanjakan sitinjau lauik, sitinjau lauik, fly over sitinjau lauikl tanjakan ekstrem, pengendara,trik

Persiapan mengemudi kendaraan melintasi  kawasan Sitinjau Lauik

Dokumentasi - Foto udara kendaraan mengantre saat pembersihan material longsor di ruas jalan kawasan Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat . ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

Padang (ANTARA) - Melintasi kawasan tanjakan dan turunan Sitinjau Lauik harus menjadi pertimbangan dan perhatian pengemudi. Terutama yang baru pertama kali membawa kendaraan sendiri di jalur tanjakan ekstrem itu.

Saat ini tengah dibangun fly over Panorama I Sitinjau Lauik, yang diharapkan menjadi solusi transportasi di jalur legendaris dan ikonik di jalur Solok - Padang, Sumatera Barat itu,

Direkomendasikan pengendara yang melintas di sana harus sudah paham jalur yang didukung oleh kondisi kendaraan yang prima. Selain itu perhatikan kondisi cuaca hujan di kawasan itu karena termasuk kawasan rawan longsor.

Bagi pengemudi kendaraan besar seperti bus, truk dan trailer yang melintas di sana tentunya mereka sudah paham betul kontur tanjakan yang memiliki kemiringan hampir 45 derajat itu.

Namun tak jarang pengendara truk sekalipun harus berjibaku saat melintasi tikungan tajam nan menanjak di Sitinjau Lauik.

Hal itu dapat dilihat dalam sosial media dimana perjuangan mereka begitu menantang, bahkan sebagian menyerahkan kursi kemudi kepada sopir relawan yang stand bye di posko di sana.

Di sini berbagi pengalaman bagi pengendara kendaraan kecil, atau mobil kecil minibus, SUV dan sejenisnya untuk melintas di sana.

Saat menanjak

1. Cek kondisi kendaraan sebelum menuju kawasan Sitinjau lauik, cek BBM, lampu-lampu, kondisi mesin, rem kaki, rem tangan, kondisi ban dan juga pertimbangkan jumlah muatan yang di bawah.

2. Jangan paksakan bila kondisi mobil tidak prima, seperti mesin pincang atau bledak bleduk, kurang bertenaga atau kondisi rem tidak prima,

3. Perhatikan dalam peralihan persneling, khususnya saat memasuki tanjakan curam, terlebih tanjakan dan tikungan Sitinjau Lauik yang berkelok hampir 360 derajat dengan kontur jalan yang menanjak ekstrem.

4. Untuk memasuki tikungan tajam dan menanjak ekstrem direkomendasikan menggunakan gigi 1 atau 2, disesuaikan dengan kondisi dan tenaga kendaraan yang dihasilkan. Perhatikan betul putaran mesin di posisi siap menanjak.

Khusus untuk kendaraan metik, direkomendasikan menggunakan gigi persneling untuk tanjakan di posisi 1-2, atau bagi kendaraan tertentu dilakukan mode manual.

5. Selalu dalam antrian kedaraan, dan tidak direkomendasikan menyalip seenaknya di Sitinjau Lauik, patuhi rambu lalu lintas.

6. Ikuti petunjuk dan arahan dari petugas atau relawan pengatur lalu lintas di kelokan Sitinjau Lauik. Ada beberapa tikungan tajam dan menanjak ekstrem di kawasan itu. Jangan sesekali mengabaikan arahan relawan pemandu jalan di sana.

7. Harus siap bermanuver di jalur itu, saat tertentu sesuai arahan relawan kita harus berkendaraan di jalur normal di kiri, namun ada kalanya untuk waktu tertentu melaju di jalur kanan disesuaikan dengan kondisi dan keperluan dalam pengaturan arus lalu lintas.

8. Saat kendaraan tidak kuat menanjak, jangan langsung mundur karena bisa membahayakan pengendara lain, tunggu kondisi kosong atau diarahkan oleh relawan pengatur jalur. Fungsi rem tangan berperan.

9. Fungsikan rem tangan saat berhenti dengan optimal, tidak direkomendasikan menggantung kopling terlalu lama saat antrean karena bisa menggerus plat kopling, pada kondisi tertentu membuat kendaraan kehabisan plat kopling dan tidak bisa menanjak.

10. Perhatikan jarak antara kendaraan kita dengan kendaraan orang lain bauk yang ada di depan dan di belakang agar ada ruang pengereman dan ruang aman untuk menghindari kendaraan tidak bisa menanjak.

11. Berikan apresiasi kepada petugas dan relawan di sana karena kehadiran mereka sangat membantu.

Saat menurun.

1. Siapkan kondisi rem kaki dan rem tangan dengan baik.

2. Saat turunan upayakan dibantu dengan menggunakan persneling gigi rendah untuk membantu pengereman, sehingga kerja rem tidak terlalu berat.

3. Hati-hati saat melewati tikungan di turunan Sitinjau Lauik, karena harus memprioritaskan kendaraan yang sedang menanjak.

4. Beri kesempatan kendaraan berat yang sedang menanjak untuk melintas lebih dahulu dengan cara berhenti memberi jalan atau pindah jalur sesuai arahan petugas atau relawan pemandu jalur.

5. Pengereman menggunakan teknik aman, diupayakan sesekali diangkat untuk memastikan tekanan liquid rem bisa terjaga dan menghindari kerja rem terlalu berat.

6. Gunakan rem tangan saat berhenti di turunan.

7. Jangan sesekali menggunakan gini normal, free atau nol saat turunan.

8. Jangan menyalip sembarangan kecuali ada rambu bisa menyalip atau kondisi normal.

9. Perhatikan kendaraan yang ada di depan dan belakang kita dengan seksama, dan pakai jarak aman untuk pengereman.

10. Beri apresiasi kepada petugas dan relawan pemandu jalan karena mereka sangat berjasa dan membantu.

Demikian sedikit tips bagi pengendara yang melintas di tanjakan dan turunan Sitinjau Laik. Semoga bermanfaat.

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.