Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) tetap memprioritaskan penanganan bencana alam dalam pelaksanaan operasi lilin Singgalang 2025 yang resmi digelar di provinsi setempat pada Jumat (12/9).
Hal itu dikatakan langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Singgalang 2025 di Padang.
"Dalam situasi saat ini, operasi lilin tetap memprioritaskan penanganan bencana alam dan upaya pemulihannya," kata Gatot didampingi Kepala Biro Operasional Kombes Pol M Erwin.
Ia mengatakan salah satu prioritas terkait bencana itu adalah memastikan kelancaran distribusi logistik dan bahan bakar minyak di provinsi setempat.
"Karena ini berkaitan dengan situasi bencana, ada hal-hal yang sifatnya urgensi atau khusus sehingga harus diprioritaskan," jelasnya.
Salah satu titik pentingnya adalah kawasan Sitinjau Lauik, Padang yang kini menjadi salah satu akses utama untuk menghubungkan Padang-Solok.
Jalur nasional tersebut kini menjadi salah satu jalur yang sibuk karena tingginya mobilitas kendaraan yang melalui jalan setempat.
"Personel akan memprioritaskan kendaraan yang mengangkut logisitik serta bahan bakar minyak, jangan sampai terhambat atau terhenti sehingga mengganggu alur distribusi," terang Karo Ops Erwin.
Sementara itu Kepal Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan operasi Lilin Singgalang resmi digelar sejak Jumat (19/12) hingga dua pekan mendatang, dengan sasaran pengamanan adalah momen Natal dan tahun baru.
Jumlah personel yang terlibat dalam operasi tersebut adalah sebanuak 4.211 orang, gabungan dan Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Susmelawati menerangkan obyek pengamanan dalam operasi adalah 22 terminal, 15 stasiun kereta api, 91 gereja, 66 lokasi pergantian tahun, 117 tempat wisata, pelabuhan, bandara, dan lainnya.
Polda Sumbar juga membentuk 27 posko pelayanan yang disebar di berbagai titik keramaian, serta empat pos terpadu yang bisa diakses oleh masyarakat untuk mendapatkan pertolongan anggota Polisi.
