Pesenam Rusia rebut tiga medali Olimpiade sambil berjuang melawan penyakit batu ginjal

id Olimpiade Tokyo, Senam Olimpiade Tokyo,Nikita Nagornyy

Pesenam Rusia rebut tiga medali Olimpiade sambil berjuang melawan penyakit batu ginjal

Pesenam Rusia Nikita Nagornyy bersama medali perunggu nomor palang sejajar putra dalam senam Olimpiade Tokyo 2020 di  Ariake Gymnastics Centre, Tokyo, Jepang, 3 Agustus 2021.  (REUTERS/LINDSEY WASSON)

Jakarta, (ANTARA) - Nikita Nagornyy harus bertarung lebih keras lagi ketimbang tiga medali Olimpiade yang dia peroleh di Tokyo, termasuk satu emas, ketika saat bersamaan dia sedang berjuang melawan penyakit batu ginjal.

Nagornyy (24) yang berkompetisi dalam wadah Komite Olimpiade Rusia, memenangkan emas beregu putra dan medali perunggu nomor semua alat pekan lalu. Selasa tadi dia menambah satu medali perunggu dari palang sejajar yang merupakan nomor senam artistik yang terakhir kali dilombakan di Olimpiade Tokyo.

"Saya sudah mulai merasakan masalah kesehatan ini setelah (lomba nomor) semua alat," kata Nagornyy seperti dikutip Reuters.

“Kami kira ada batu ginjal. Sudah diketahui sebelum Olimpiade ini tapi tak bergerak dan diputuskan pindah ke sini. Saya mengalami kolik, demam. Sakit ini membuat Anda tak bisa tidur, demam Anda naik turun," papar dia.

Pada 2018, bintang senam Amerika Serikat Simone Biles juga pernah mengalami persoalan batu ginjal padahal waktu itu dia turut mempersembahkan medali emas beregu putri dalam kejuaraan dunia waktu itu.

Dia merasa sangat kesakitan menjelang ajang kualifikasi di Doha sampai kemudian memaksa dia ke rumah sakit untuk dipindai.
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021