Ada sembilan air terjun di tengah hutan di Pasaman, bisa dikunjungi para wisatawan

id berita pasaman,berita sumbar,air

Ada sembilan air terjun di tengah hutan di Pasaman, bisa dikunjungi para wisatawan

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman di Lubuk Sikaping. (Antarasumbar/Septria Rahmat)

Benar, menurut data sementara di Kabupaten Pasaman ada sembilan air terjun yang tersebar di sembilan Kecamatan,
Lubuk Sikaping (ANTARA) - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat data sementara di sembilan kecamatan ada sembilan air terjun yang bisa dikunjungi para wisatawan.

"Benar, menurut data sementara di Kabupaten Pasaman ada sembilan air terjun yang tersebar di sembilan Kecamatan," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Olahraga dan Pariwisata Pasaman Ahmad Bukhari di Lubuk Sikaping, Kamis.

Adapun sembilan Kecamatan Nagari itu antara lain Kecamatan Tigo Nagari, Kecamatan Bonjol, Kecaman Lubuk Sikaping, Kecamatan Panti, Kecamatan Rao.

Kecamatan Rao Utara, Mapatunggul Selatan, Rao Selatan dan Kecamatan Rao.

Ia menjelaskan itu baru sembilan air terjun yang tercatat, sebenarnya masih banyak lagi air terjun yang belum diketahui.

"Kendala yang dihadapi untuk menuju air terjun itu yakni tempatnya berada di tengah hutan serta ada yang harus melewati tanah masyarakat setempat," ujarnya.

Menyikapi persoalan tersebut kita telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman Alim Bazar bagiamana nantinya ada program pengembangan wisata Nagari.

"Termasuk pembangunan jalan menuju air terjun di Nagari, supaya masyarakat mudah dan cepat sampai lokasi," harapnya.

Sementara Camat Bonjol, Afnita mengatakan benar di Kecamatan Bonjol ada air terjun yang sangat bagus salah satunya bernama air terjun tiga tingkat di Nagari Ganggo Mudiak tetapi menuju ke sana lumayan susah karena hanya jalan setapak.

Ia berharap semoga air terjun itu bisa menjadi destinasi wisata Bonjol, dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar