Gara-gara tanaman jagung R tusuk tetangga, setelah tenangkan diri lalu menyerah pada polisi

id berita padang,berita sumbar,tusuk tetangga,tanaman jagung,penyerahkan diri

Gara-gara tanaman jagung R tusuk tetangga, setelah tenangkan diri lalu menyerah pada polisi

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai peristiwa penusukan di Nanggalo, Padang, pada Kamis (30/7). (Antarasumbar/FathulAbdi)

Pelaku dan korban bertetangga, pertengkaran dipicu karena persoalan tanamana jagung,
Padang (ANTARA) - Seorang pria di Jalan Gajah Mada Dalam, Kampung Olo Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial R (36) tega menusuk tetangganya sendiri lantaran sakit hati karena persoalan tanaman jagung.

"Pelaku dan korban bertetangga, pertengkaran dipicu karena persoalan tanamana jagung," kata Kepala Polsek Nanggalo, AKP Sosmedya di Padang, Kamis.

Korban bernama Dadang (56) mengaku tanaman jagungnya dicabut oleh keponakan pelaku, kemudian ia mengejar keponakan tersebut sampai ke rumahnya.

Mendapati cerita tersebut, pelaku terpancing emosi karena tidak terima keponakannya dicari seperti itu. Ia lalu mengambil pisau dan mendatangi korban.

Perkelahian antara keduanya tidak bisa terelakkan, korban mengalami luka di bagian tangan, perut hingga pelipis mata. Namun nyawanya bisa diselamatkan.

Usai menusuk korban sekitar pukul 11.30 WIB, pelaku langsung meninggalkan korban dan melarikan diri ke kawasan Padang Timur.

Selang beberapa jam usai melarikan diri, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi sekitar pukul 14.30 WIB.

Ia menyerahkan diri setelah dibujuk oleh personel Bhabinkamtibmas serta dibantu pihak keluarganya.

Personel kepolisian awalnya menelpon pelaku dan meminta kembali ke rumah, saat itu ia mengatakan ingin menenangkan diri terlebih dahulu.

Setelah menyerahkan diri polisi langsung melakukan pemeriksaan serta penahanan terhadap pelaku yang diketahui sebelumnya pernah dihukum atas kasus pencurian sepeda motor.

Sedangkan barang bukti berupa pisau yang dibuang pelaku ke banjir kanal, akan dicari.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar