Punya potensi, Pariaman akan buka investasi tambak udang vaname

id tambak udang vaname,kota pariaman,genius umar

Punya potensi, Pariaman akan buka investasi tambak udang vaname

Wali Kota Pariaman, Sumbar Genius Umar. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S.)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat akan membuka investasi tambak udang vaname untuk memproduktifkan sejumlah lokasi pantai di daerah itu guna meningkatkan perekonomian warga.

"Selain pariwisata, kami juga berupaya agar pantai menjadi produktif salah satunya dengan tambak udang," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Selasa.

Pemkot Pariaman sedang penjajaki dengan pihak swasta dalam mengembangkan tambak udang vaname. Budidaya udang tersebut membutuhkan keahlian khusus sehingga perusahaan yang menanganinya harus berpengalaman.

"Namun pasti pekerjanya warga setempat," katanya.

Ia mengatakan dirinya telah meminta dinas terkait untuk membuat kajian lokasi yang tepat untuk mengembangkan tambak udang vaname di Pariaman.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengatakan pihaknya mendukung adanya investasi di daerah itu namun perlu ada kajian mendalam terkait usaha yang dijalankan.

"Mudah-mudahan dengan kajian yang mendalam dapat meningkatkan ekonomi warga Kota Pariaman," ujarnya.

Namun, menurutnya untuk sebuah tambak udang hendaknya dibangun jauh dari permukiman warga di antaranya daerah di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman.

Sedangkan pantai di Pariaman, sebagian besar dekat dengan permukiman warga sehingga menurutnya hal tersebut yang menjadi salah satu kajian yang harus dipertimbangkan oleh pihak eksekutif.

Meskipun tambak udang tersebut dibangun mengusung wisata ekonomi namun, lanjutnya lokasinya hendaknya tidak mengganggu objek wisata yang sudah ada.

"Untuk pariwista bisa saja terjadi namun fokus saya lebih pada studi kelayakan dengan melihat luas wilayah dan kepadatan penduduknya," kata dia.

Selain itu kajian terhadap kepemilikan lahan serta dampak lingkungannya juga harus menjadi pertimbangan dari pihak eksekutif agar nantinya tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar