Perubahan cuaca ekstrem yang perlu dijaga daya tahan tubuh

id Cuaca, ekstrem, sumatera barat, berita padang, waspadai penyakit

Perubahan cuaca ekstrem yang perlu dijaga daya tahan tubuh

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. dr Merry Yuliesday Mars. (Ist)

Padang (ANTARA) - Beberapa hari terakhir ini disejumlahkota di Sumatera Barat terjadi perubahan cuaca yang mendadak dari panas terik ke hujan dan sebaliknya dari hujan ke panas terik.

"Perubahan cuaca yang mendadak ini tentunya akan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat mesti jaga dalam kesehatan diri adalah mengatur pola makan dengan menjaga pola hidup sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. dr Merry Yuliesday Mars, di sela-sela kesibukan hari ini, seperti diterima rilis, Minggu.

Hal ini disampaikan Kadis Kesehatan Sumbar menyikapi rilis BMKG beberapa hari kedepan, kondisi tersebut dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal.

Juga aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan.

Kemudian diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

Menurut Merry, penyakit yang perlu diwaspadai di musim hujan, antara lain influenza, demam berdarah, diare, dan leptospirosis.

"Influenza, yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala influenza yaitu batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, lesu, mual, muntah, diare dan demam," ujarnya.

Selain itu, kata Merry, juga demam berdarah yang merupakan penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictusini.

Gejala DBD ini seperti sakit kepala, demam mendadak, nyeri belakang bola mata, mual dengan/tanpa pendarahan seperti mimisan/gusi berdarah.

Sementara penyakit di diare, muncul karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit seperti bakteri E.Coli, Salmonela, Shigella dan lainnya. Gejala diare yakni dehidrasi, lemas, kulit kering, pusing, sering bab dan lain-lain, jelasnya.

Merry juga sampaikan, dalam penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira.

"Penyakit ini ditularkan melalui kencing tikus. Penularannya masuk dalam tubuh manusia lewat selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet dan makanan. Gejala Leptospirosis yakni menggigil, batuk,diare, demam tinggi, sakit kepala,nyeri otot, mata merah, & tidak ada nafsu makan," terangnya.

Jadi, saran Kadis Kesehatan untuk menyikapi perubahan ekstrem dengan kondisi cuaca ini resep yang baik adalah dengan menjaga pola makan, asupan gizi yang baik, meningkatkan konsumsi buah-buahan dan menghindari makanan yang dapat merangsang munculnya batuk dan pilek ( berminyak, pedas, es,).

"Istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan teratur berolah raga. Pola hidup sehat cerminan keluarga sehat dan cerdas. Mari kita jaga kesehatan untuk ketahanan tubuh dalam menghadapi kondisi cuaca ekstremsekalipun," katanya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar