Dahlan: Penggabungan Len-Inti Disesuaikan Pergantian Direksi

id Dahlan: Penggabungan Len-Inti Disesuaikan Pergantian Direksi

Dahlan: Penggabungan Len-Inti Disesuaikan Pergantian Direksi

Dahlan Iskan

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta direksi PT LEN dan PT INTI untuk melanjutkan rencana penggabungan usaha yang akan disesuaikan dengan momentum pergantian direksi. "Saya minta direksi LEN dan INTI tetap menjalankan program penggabungan agar ketika izin pemerintah keluar, penggabungan segera direalisasikan," kata Dahlan usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa. Menurut Dahlan, selain LEN dan INTI, perusahaan milik negara yang akan melakukan holding, merger atau penggabungan usaha tetap melanjutkan program restrukturisasi, tidak justru menghambat. "Sejumlah BUMN yang akan digabung terindikasi ada direksi yang tidak ingin terlaksana. Ini yang menghambat program restrukturisasi di BUMN," kata Dahlan. Ia menjelaskan, direksi yang tidak ingin merger, akuisisi maupun holding tersebut terlaksana kemudian akan kampanye dan mencari dukungan dari pihak-pihak tertentu agar program ini tidak dilakukan di perusahaan. Saat ini rencana penggabungan yang sudah di depan mata adalah PT LEN dan PT INTI, dan yang sudah mulai dilaksanakan adalah antara PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia. Selain itu terdapat juga rencana penggabungan antara PT Kimia Farma dan PT Indofarma yang sudah dikaji sejak tahun 2005, namun hingga kini belum terealisasi. Menurut Dahlan, program penggabungan BUMN tersebut merupakan bagian dari rencana kerja Kementerian BUMN dalam rangka "right sizing" (penyesuaian jumlah) perusahaan milik negara. Dengan program "right sizing" itu maka pada tahun 2025 jumlah BUMN hanya sebanyak 25 BUMN, berkurang dari saat ini sebanyak 141 BUMN. Ia mengakui, saat ini Kementerian BUMN ingin mempercepat program "right sizing" agar BUMN mampu berkembang lebih cepat. Meski begitu, jika ada direksi BUMN yang tidak setuju dengan rencana ini tersebut, Dahlan dengan tegas mengatakan tidak segan-segan untuk mencopotnya. "Ketika pembentukan tidak sinkron akan kita sinkronkan. Kalau ada direksi yang tidak sinkron, akan kita ganti," ujar Dahlan. Ia mengakui ketika akan menggabungkan Sucofindo dan Surveyor Indonesia disesuaikan dengan momentum pergantian direksi di kedua perusahaan itu. Hal yang sama juga akan dilakukan pada rencana penggabungan LEN dengan INTI. Menurut catatan, hari ini Selasa (9/4), INTI akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Kementerian BUMN. Meski begitu belum diketahui agenda yang akan dibahas dalam RUPS tersebut. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.