BMKG: Kabut asap di Sumatera disebabkan titik panas fluktuatif

id Kabut asap,karhutla,BMKG

BMKG: Kabut asap di Sumatera disebabkan titik panas fluktuatif

Pengendara melintasi kabut asap saat di jalan Kolonel H Burlian Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan mulai menyelimuti wilayah Sumatera Selatan yang mengakibatkan jarak pandang terbatas, siswa diliburkan serta penerbangan mengalami keterlambatan. (ANTARA/MUSHAFULL IMAM)

Jakarta, (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakanmasih terdapatkabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan dikarenakan titik panas yang terpantau fluktuatif.

Mengutip keterangan pers BMKG yang diterima di Jakarta, Selasa, pantauan satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama periode 8 Oktober-14 Oktober 2019 terdeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas di beberapa wilayah Indonesia yang saat ini tercatat sebesar 1.547 titik.

Titik panas yang bersumber dari karhutla dan menyebabkan sebaran kabut asapmuncul di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi dan Kalimantan Timur. Sedangkan jumlah titik panas di Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat cenderung menurun.

Baca juga: BMKG: Partikulat di Sumbar meningkat hingga Selasa siang, berbahaya bagi anak-anak dan lansia

Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-8 dan potensi angin yang bergerak ke arah Barat Daya, sebaran kabut asap dari jumlah titik panas cenderung meluas di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo mengimbau masyarakat tetap waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan meski di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah mulai turun hujan ringan hingga sedang.

Baca juga: Padang kembali diselimuti kabut asap, jarak pandang tujuh kilometer

BMKG, kata Mulyono, berperan aktif bersama dengan TNI, BPPT dan BNPB untuk upayakan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah terjadinya karhutla dengan melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di wilayah dekat dengan karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati akan adanya potensi sebaran asap. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar