Kualitas udara Pasaman Barat tidak sehat, mungkin sampai dua hari ke depan

id Dampak Kabut Asap,kabut asap pasaman barat,udara tak sehat,berita pasaman barat,pasaman barat terkini

Kualitas udara Pasaman Barat tidak sehat, mungkin sampai dua hari ke depan

Kondisi udara di Pasaman Barat dari hasil laboratorium sampel udara dinyatakan tidak sehat, sehingga diminta masyarakat jika beraktifitas di luar rumah untuk memakai masker.

Kemungkinan udara tidak sehat akan berlangsung dua hari ke depan, sehingga disarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati
Simpang Empat,- (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan kualitas udara di daerah itu tidak sehat akibat kabut asap belakangan ini.

"Dari hasil labfor dan pengujian sampel udara yang kita lakukan, udara di Pasaman Barat sudah tidak sehat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Andrinaldi di Simpang Empat, Senin (23/9).

Menurutnya, dari hasil pengujian kualitas udara sudah melebihi dari baku mutu atau di atas satu. Artinya banyaknya partikulat dalam udara yang mengindikasikan udara tidak sehat.

"Kemungkinan udara tidak sehat akan berlangsung dua hari ke depan, sehingga disarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati," ujarnya.

Terkait persoalan itu, maka Pemkab Barat membuat kebijakan untuk meliburkan anak-anak sekolah untuk lima hari kedepan karena sangat tidak sehat bagi anak-anak.

"Bagi masyarakat atau orang dewasa disarankan jika beraktifitas di luar rumah untuk memakai masker. Untuk anak-anak disarankan untuk tidak bermain di luar rumah," ujarnya.

Menyikapi hal itu Pemkab Pasaman Barat meliburkan anak sekolah selama lima hari sejak Selasa (24/9) sampai Sabtu (28/9) terkait kabut asap yang semakin pekat di daerah itu.

"Memang kabut asap semakin pekat dan mulai mengkhawatirkan terhadap kesehatan anak-anak," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Ikhwandri.

Ia mengatakan keputusan meliburkan anak sekolah diputuskan secara bersama dengan unsur pimpinan yang ada.

"Pertimbangannya saat ini kabut asap semakin pekat dan tebal. Tidak baik bagi kesehatan anak-anak," katanya.

Menurutnya libur sekolah itu mulai dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMA atau SMK. Sedangkan terhadap para guru wajib masuk kerja seperti biasa. Hanya anak-anak saja yang diliburkan.

"Khusus untuk anak-anak tetap diberikan tugas di rumah untuk belajar agar tidak ketinggalan pelajaran," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar