Padang gerakan masyarakat jaring penderita TBC di lingkungan setempat

id TBC, penanggulangan TBC

Padang gerakan masyarakat jaring penderita TBC di lingkungan setempat

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Padang Gentina. ANTARA/Ikhwan Wahyudi

Padang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang menggerakkan semua lapisan masyarakat untuk menjaring penderita Tuberkulosis (TBC) sebagai upaya percepatan penanganan dan menekan berkembangnya penyakit menular tersebut.

"Berdasarkan data yang dihimpun kasus TBC di Padang terus mengalami peningkatan sejak 2015 sehingga Wali Kota Padang mengeluarkan imbauan agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan berpartisipasi menjaring penderita TBC di lingkungan setempat," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Padang Gentina di Padang, Senin.

Ia menyebutkan pada 2015 jumlah temuan kasus TBC di Padang mencapai 1.541 kasus, pada 2016 tercatat 1.679, pada 2017 tercatat 2.182, pada 2018 tercatat 2.358, sedangkan hingga Juni 2019 mencapai 1.117 kasus.

Selain itu, katanya, dijumpai penderita TBC yang sudah resisten dengan obat karena saat pengobatan yang pertama, pasien tidak tuntas dalam minum obat sehingga menjadi kebal.

Gentina menyebutkan pada 2018 temuan kasus penderita TBC yang sudah resisten 12 kasus dan meninggal dunia dua orang, pada 2019 ada 60 kasus resisten dan yang mulai pengobatan 58 orang, sembuh 14 orang, menolak pengobatan dua orang, meninggal sembilan orang, serta gagal satu orang.

Berdasarkan wilayah, jumlah kasus TBC tertinggi di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, dan Padang Timur, sedangkan terendah di Bungus Teluk Kabung.

Berdasarkan kelurahan, yang tertinggi diKuranji, Lubuk Buaya, Kubu Parak Karakah, dan Pegambiran.

Ia menyampaikan untuk pengobatan pertama, pasien butuh minum obat secara rutin setiap hari selama enam bulan dan jika tidak tuntas akan resisten sehingga butuh pengobatan lanjutan selama dua tahun.

Untuk itu, pihaknya menjaring semua kasus yang dicurigai TBC dengan gejala batuk berdahak selama dua minggu agar dilakukan pemeriksaan.

Selain itu,menggerakan semua lapisan masyarakat mulai dari RW, tokoh masyarakat, kader PKK, dan tenaga kesehatan untuk menjaring kasus hingga pemantauan keteraturan pasien dalam minum obat.

Ia mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat sehingga daya tahan tubuh meningkat dan terhindar dari penyakit menular.

Kepada penderita TBC, diimbau rutin dan teratur minum obat sebagai upaya menuju kesembuhan dan menghindari terjadinya penularan kepada pihak lain.

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar