Tumpukan sampah berserakan di jalan Bukittinggi-Batusangkar

id Sampah berserakan,kebersihan

Tumpukan sampah di jalan raya Batusangkar-Bukittinggi tepatnya di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Rabu (15/5) (Antara Sumbar/Etri Saputra)

Batusangkar (ANTARA) - Tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan raya Batusangkar-Bukittinggi tepatnya di Nagari Tabek Patah sejak beberapa hari terakhir menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu pemandangan bagi pengendara yang melintas.

Tumpukan sampah itu merupakan limbah rumah tangga yang dibungkus dengan plastik yang sengaja dibuang di tempat tersebut.

Radi, warga Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, di Batusangkar Rabu, mengatakan tumpukan sampah disebabkan minimnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya.

Tidak saja warga disekitaran Nagari Tabek Patah, ia menduga pedagang harian yang berjualan di pasar nagari dan pasar pabukoan di daerah itu juga berkemungkinan membuang sampah di bibir jalan.

"Sehingga banyak tumpukan sampah berbungkus plastik yang terkadang berserakan ke badan jalan hingga dilindas kendaran yang melintas dan menimbulkan bau tidak sedap," katanya.

Sementara Putra warga setempat, mengatakan tumpukan sampah disebabkan beragamnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan sehingga volume sampah juga meningkat.

Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Tanah Datar Desi Trikorina mengatakan pihaknya akan meningkatkan pelayanan kebersihan untuk antisipasi penumpukan sampah selama Ramadhan.

Ia akan mengerahkan sebanyak 85 orang petugas kebersihan di daerah itu termasuk petugas dari truk pengangkut sampah.

Selain itu, untuk menunjang pengelolaan sampah, juga diperlukan adanya bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat di tiap nagari.

Untuk itu pihaknya sedang dalam proses menjalin kerja sama dengan pemerintahan nagari supaya membentuk kelompok pengelolaan sampah.

"Bank sampah kita saat ini baru ada di lima nagari. Kita targetkan pada tahun ini bank sampah kita bertambah menjadi 15 bank sampah," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar