Sampah Usai Pesta Tabuik Berserakan, Legislator: Segera Dibersihkan

id Sampah Tabuik

Salah seorang pengunjung sedang melintas di pelataran Pantai Gandoriah yang berserakan tumpukan sampah pascaperhelatan Pesta Budaya Tabuik, Senin, (2/10). Tumpukan sampah di objek wisata tentunya mengganggu keindahan, kebersihan serta menimbulkan aroma tidak sedap bagi pengunjung di Kota Pariaman. (ANTARA SUMBAR/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antara Sumbar) - Anggota Komisi II DPRD Kota Pariaman, Sumatera Barat, Fitri Nora meminta pemerintah daerah segera membersihkan tumpukan sampah pascaperhelatan Pesta Budaya Tabuik di daerah itu.

"Tumpukan sampah pascaperhelatan Pesta Budaya Tabuik yang digelar pemerintah daerah berdampak buruk bagi kunjungan wisatawan di Kota Pariaman," katanya di Pariaman, Senin.

Tumpukan sampah di objek wisata tentunya mengganggu keindahan, kebersihan serta menimbulkan aroma tidak sedap bagi pengunjung di Kota Pariaman.

Jika tidak ditangani dengan cepat maka merugikan bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar yang menggantungkan ekonomi di sektor pariwisata.

Apalagi, bagi wisatawan yang bermalam di Kota Pariaman dan pada pagi harinya melihat pantai tidak bersih sehingga menjadi enggan untuk menikmati alam.

Persoalan sampah, selalu menjadi hal yang serius setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik terutama di objek wisata dan pusat kota.

Seharusnya dan sebaiknya dalam penanganan masalah sampah menggunakan kinerja "jaring laba-laba".

Artinya semua instansi di daerah itu ikut andil dalam membantu mengatasi maraknya sampah pengunjung setelah pesta budaya tabuik.

Jika hanya dibebankan pada satu instansi saja persoalan penanganan sampah akan lambat dan kurang efektif.

Apalagi para personel Badan Lingkungan Hidup (BLH) terbatas untuk membersihkan seluruh titik di Kota Pariaman.

"Pesta budaya tabuik itu acara kita bersama, kalau hanya dibebankan pada BLH saja rasanya kurang tepat," ujar politisi Partai Gerinda tersebut.

Ke depan pihaknya berharap pemerintah daerah khususnya dinas terkait melakukan koordinasi dan komitmen yang jelas dengan para pedagang sebelum penyelenggaraan even.

"Dinas terkait sebelum memberikan izin berdagang, harus mengeluarkan aturan tegas dan jelas kepada pedagang agar membersihkan sampah setelah berjualan," kata anggota Komisi II DPRD kota Pariaman tersebut.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup setempat, Adri mengatakan untuk membersihkan sampah di objek wisata pascaperhelatan pesta budaya tabuik paling cepat membutuhkan waktu dua hari.

"Paling cepat dua hari baru selesai, karena para petugas juga membersihkan sampah titik-titik lainnya di Kota Pariaman," kata dia.

Ia berharap masyarakat dan pengunjung di daerah itu agar dapat bersabar terkait penanganan sampah.

Berdasarkan pantauan di lapangan tumpukan sampah tampak berserakan di sejumlah titik objek wisata diantaranya Pantai Gandoriah dan pelataran Gandoriah.

Sampah tersebut dari berbagai macam jenis diantaranya organik dan anorganik. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar