Entaskan dari keterisolasian, jalan Abai-Pulau Punjung tahun ini bakal diaspal

id Kemko Kemaritiman,Kemko Kemaritiman bantu solok selatan,solok selatan daerah tertinggal,Solok Selatan lepas dari daerah tertinggal

Pelaksana tugas Kepala Dinas PU Solok Selatan Epli Rahmat. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) membantu peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp42,6 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Solok Selatan Epli Rahmat di Padang Aro, Senin, mengatakan anggaran Rp42,6 miliar tersebut dipergunakan untuk peningkatan jalan Abai-Pulau Punjung sebesar Rp24,6 miliar dan pembangunan jembatan Sungai Sungkai sebesar Rp18 miliar.

"Proses lelangnya dilakukan oleh pihak Balai Jalan. Sekarang masih tahap proses sebelum dilelang dan kemungkinan April 2019 sudah mulai pengerjaan," katanya.

Dia menyebutkan peningkatan ruas jalan Abai-Pulau Punjung Dharmasraya senilai Rp24 miliar berupa hotmix serta drainase dengan perkiraan panjang tujuh kilometer, sedangkan kebutuhan untuk peningkatan jalan tersebut sepanjang 38 kilometer.

Ia berharap peningkatan jalan tersebut dibantu setiap tahun agar masyarakat di sepanjang jalur tersebut segera keluar dari ketertinggalan.

Sepanjang jalan Pulau Punjung - Abai banyak permukiman yang masih kesulitan akses jalan sehingga bantuan dari Kemenko Kemaritiman diprioritaskan ke Abai-Pulau Punjung.

Sebagai salah satu upaya keluar dari status daerah tertinggal, katanya Solok Selatan berusaha memacu tersambungnya jalan Padang Aro-Abai sampai Pulau Punjung Dharmasraya, Padang Aro-Muaro Bungo Jambi dan Padang Aro-Sungai Sungkai hingga Sungai Rumbai Dharmasraya.

Sedangkan pembangunan jembatan Sungai Sungkai dengan dana Rp18 miliar diperkirakan bisa dua unit.

Untuk yang pertama akan dibangun jembatan permanen di Sungai Sungkai yang saat ini masih jembatan gantung.

Keberadaan jembatan ini akan sangat membantu masyarakat Solok Selatan menuju Sungai Rumbai maupun Jambi.

"Sekarang jalur ini masih sulit dilalui karena hanya ada jembatan gantung padahal akses ke Jambi jauh lebih dekat dari Sungai Sungkai ini," katanya.

Untuk ruas jalan Abai-Pulau Punjung Kemenko Kemaritiman sudah meninjau langsung ke lokasi pada Oktober 2018.

Saat kunjungan Deputi Infrastruktur Kementerian koordinator Kemaritiman Ridwan Djamaludin mengatakan pihaknya akan memprioritaskan peningatan beberapa ruas jalan di Solok Selatan, agar Kabupaten itu bisa cepat keluar dari status daerah tertinggal.

"Kami sudah terima surat dari pemerintah daerah dan usulan sudah kami tampung dan dibuatkan urutan prioritas. Kalau spesifik Solok Selatan semangatnya mengangkat daerah ini dari status daerah tertinggal," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar