Realisasi imunisasi MR Rubella Sumbar 2018 tak sampai 50 persen

id realisasi rubella,imunisasi MR Rubella

Realisasi imunisasi MR Rubella Sumbar 2018 tak sampai 50 persen

Rapat terkait imunisasi MR Rubella di Sumatera Barat melibatkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua MUI dan pejabat Dinas Kesehatan. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Realisasi imunisasi MR Rubella di Sumatera Barat pada 2018 masih rendah yaitu 41,61 persen dari target vaksinasi 1,5 juta orang anak mulai usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Kendala terbesar adalah unsur hukum dari vaksin yang dinyatakan haram oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) meski kemudian disebut dibolehkan karena alasan sebab kedaruratan.

"Kita memahami pentingnya imunisasi MR Rubella. Namun kita juga tidak boleh memaksa umat muslim yang tidak ingin anaknya diimunisasi dengan vaksin itu," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Selasa.

Menurutnya Pemprov Sumbar akan mengambil sikap yang sama pada kelanjutan imunisasi pada 2019 sehingga tidak bisa menargetkan hasil tertentu.

Meski demikian ia menyebut Pemprov Sumbar akan mendukung penuh upaya sosialisasi dan pemberian pemahaman secara medis kepada masyarakat terkait bahaya penyakit rubella yang bisa menyebabkan anak menderita cacat, agar mau mereka mau mengimunisasi anaknya.

Ketua MUI Sumbar Gurizal Gazahar menekankan bahwa fatwa yang telah dikeluarkan lembaga itu terkait vaksin imunisasi MR Rubella adalah bahwa unsur hukum dari vaksin MR itu haram, namun dibolehkan karena alasan sebab kedaruratan.

Kata "dibolehkan" itu ditafsirkan sebagai pilihan. Artinya tidak ada pemaksaan. Masyarakat boleh memilih mengimunisasi anaknya atau tidak.

"Hormati pilihan masyarakat itu," katanya.

Data Dinas Kesehatan Sumbar, realisasi imunisasi MR Rubella tertinggi di Sumbar pada 2018 adalah Mentawai dengan capaian 87,77 persen dan terendah Kota Bukittinggi 14,23 persen.

Kota Padang yang merupakan ibu kota provinsi realisasinya hanya 51,36 persen.(*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.