BPS catat penurunan harga di Sumbar, Sumut dan Aceh

id BPS,penurunan harga,Sumbar, Sumut , Aceh,kebutuhan pokok

BPS catat penurunan harga di Sumbar, Sumut dan Aceh

Ilustrasi - Pedagang menata telur ke dalam rak di lapak UD Akbar Telur, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (25/1/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat stok akhir telur ayam ras secara kumulatif hingga akhir 2025 berada pada posisi surplus 171,40 ribu ton dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai tulang punggung produksi telur nasional. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan daerah-daerah yang terdampak bencana, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh mengalami penurunan harga kebutuhan pokok pada akhir Januari 2026 atau minggu keempat Januari.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, ketiga provinsi tersebut sempat mengalami inflasi yang tinggi karena bencana. Namun, per 23 Januari 2026 telah mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

"Sumatera Barat, IPH minus 4,47, artinya ada penurunan harga, terutama ini penurunan harganya untuk Sumatera Barat didorong oleh cabai merah, bawang merah, dan bawang putih," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Amalia memaparkan, IPH Sumatera Utara tercatat minus 3,63 persen yang didorong oleh cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.

IPH Aceh yang sempat mengalami inflasi tertinggi di Desember 2025, kini mengalami minus 1,33 persen. Penurunan IPH Aceh ini didorong oleh komoditas cabai merah, telur ayam ras, dan tempe.

Pada minggu keempat Januari 2026, IPH tertinggi kembali berada di wilayah Indonesia timur, yaitu Maluku Utara sebesar 1,26 persen yang didorong oleh komoditas beras, bawang merah, dan cabai rawit.

Selain itu, IPH tertinggi disumbang oleh provinsi Kalimantan Barat sebesar 1,07 persen dengan komoditas penyumbangnya daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit. Sementara, Papua Barat sebesar 0,81 persen yang didorong oleh daging ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

Berdasarkan kabupaten/kota, BPS mencatat bahwa daerah yang terdampak bencana perlu mendapat perhatian, terutama Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang mengalami kenaikan IPH tertinggi hingga 10,7 persen.

Komoditas yang memiliki andil terbesar, yakni daging ayam ras, beras, dan daging sapi. Kota Langsa juga mengalami kenaikan IPH sebesar 1,01 persen, yang disumbang oleh daging ayam ras, beras, dan udang basah.

"Secara umum Sumatera Barat, Sumatera Utar maupun Aceh, secara provinsi sudah mengalami penurunan IPH. Hanya ada di titik-titik kabupaten/kota tertentu saja yang IPH-nya masih mengalami kenaikan," jelas Amalia.

BPS juga mencatat bahwa di Pulau Jawa penyumbang andil kenaikan IPH disumbang oleh daging ayam ras dan cabai rawit. Sedangkan di luar Pulau Sumatera dan luar Pulau Jawa komoditas penyumbang kenaikan IPH adalah cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.