Legislator minta kapal wisata angkut penumpang di tempat resmi

id kapal wisata,liburan,natal,tahun baru,dprd,pariaman,sumbar,wisata,kapal,wisatawan

Sejumlah kapal wisata bersandar di Muaro Pariaman. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman, Sumatera Barat, Syafinal Akbar menyarankan agar setiap pelaku kapal wisata untuk mengangkut penumpang di tempat resmi untuk menghindari kemungkinan kecelakaan transportasi laut.

"Pemerintah daerah telah menentukan tempat keberangkatan kapal wisata yang resmi yaitu di Muaro Pariaman," kata dia di Pariaman, Selasa.

Oleh karena itu lanjut dia, setiap pelaku kapal wisata tidak dibenarkan pemerintah daerah menaikkan calon penumpang di sepanjang pantai karena berbahaya bagi keselamatan.

Sesuai aturan dan imbauan lanjut dia, setiap calon wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Angso Duo hanya direkomendasikan menaiki kapal wisata resmi di Muaro Pariaman.

Artinya, seluruh kapal wisata yang menaikkan penumpang di sepanjang bibir pantai kota itu dianggap tidak resmi atau ilegal karena membahayakan keselamatan.

Pada dasarnya ujar dia, pemerintah daerah telah berulang kali memberikan imbauan kepada pelaku kapal wisata agar mematuhi peraturan dengan menaikkan penumpang di Muaro Pariaman.

"Sebenarnya aturan ini sudah ada, hanya saja sebagian masyarakat khususnya pelaku kapal wisata belum taat atau patuh sehingga masih saja ada ditemukan pelanggaran," katanya.

Pihaknya juga mengaku telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan dinas terkait maupun pelaku kapal wisata untuk menjalankan aturan tersebut. Hanya saja masyarakat setempat dinilai masih butuh waktu untuk menerapkannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Elfis Candra mengatakan untuk keberangkatan kapal wisata yang resmi berada di Muaro Pariaman dan dermaga terapung .

"Dermaga tempat keberangkatan kapal wisata sedang mengalami kerusakan beberapa waktu lalu, sehingga dialihkan ke Muaro Pariaman saja," ujarnya.

Namun ujar dia, pihaknya masih memberikan toleransi kepada pelaku kapal wisata untuk menaikkan penumpang di sekitar bibir pantai kota itu dengan catatan memiliki tiket resmi.

Untuk saat ini kata dia, tercatat sekitar 24 unit kapal wisata yang siap memberangkatkan calon wisatawan menuju Pulau Angso Duo selama libur sekolah, natal dan tahun baru masehi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar