Padang (Antaranews Sumbar) - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah umum dengan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kedutaan Besar Jepang, Keiichi Ono, BA, MA, pada Selasa, 18 Desember 2018 di Gedung Auditorium UNP.
Kuliah umum ini mengangkat tema “Indonesia and Japan Cooperation”: Kerja sama pusat kajian Indo-Pasifik UNP, Kementerian Luar Negeri RI, dan kedutaan besar Jepang di Jakarta.
Acara dihadiri oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor IV, Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan, Kementerian Luar Negeri, Dewan Pengurus Pusat Kajian Studi Indo-Pasifik, beserta para civitas akademika selingkungan UNP.
Sambutan Rektor UNP yang disampaikan oleh WR IV, Prof. Syahrial Bakhtiar menyambut semua tamu hadirin yang hadir dalam acara kuliah umum tersebut terkhusus pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Jepang.
Dalam pidatonya, Prof Syahrial Bakhtiar juga menyoroti kehadiran International Program UNP yang kedepannya dapat digunakan sebagai salah satu wadah untuk menjalin kerja sama dengan Jepang terkhusus dalam bidang edukasi.
Tidak hanya itu dengan adanya kehadiran Pusat Kajian Indo-Pasifik di UNP, diharapkannya dapat menjadi jalan bagi UNP untuk kemudian bekerja sama dengan dunia luar.
Sementara itu, Keiichi Ono sebagai narasumber dalam kuliah umum sekaligus sebagai perwakilan pihak Kedubes Jepang menyoroti dan mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk mengunjungi UNP.
Dalam kesempatan ini, dia memperkenalkan tentang konsep yang dimiliki Jepang terkait dengan Indo-Pacific. Tidak hanya itu, hubungan lebih lanjut antara Jepang dan Indonesia, termasuk strategi pemecahan masalah yang disiasati Jepang selama ini dalam mengahadapi berbagai isu global, tren global dan regional juga ikut dibahas dalam kuliah umum ini.
Keiichi Ono bahkan menyebutkan berbagai kedekatan yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang, diantaranya yakni mengenai kehadiran berbagai proyek yang yang sudah hadir di sebagian besar wilayah Indonesia.
Selain itu, kesamaan wilayah dan geografi yang sangat dekat dengan bencana seperti gempa bumi dan tsunami menjadi jalan bagi Jepang dan Indonesia untuk lebih dekat baik itu dalam membangun sumber daya manusia, berbagi dan mengkaji berbagai penelitian, menghimpun kebijakan luar negeri serta ekonomi.
Terkait Pusat Kajian Indo-Pasifik, dalam kuliah umumnya Keiichi Ono berbagi tips untuk memahami karakteristik dari keterbukaan dan kebebasan kajian Indo-Pasifik sebagai sebuah pusat studi. Lebih jauh, slogan “Kerja Bersama, Maju Bersama”, juga diperkenalkan sebagai bentuk future possibility antara dua negara.*
