Padang (ANTARA) - Sejumlah tim peserta BRI Super League melakukan pembenahan untuk memperkuat dan mempertajam timnya di semua lini untuk mengarungi putaran ketua.
Mereka ada yang melakukan pergantian pelatih, ada juga yang menambah amunisi pemain.
Semuanya dilakukan setelah melalui evaluasi panjang, potensi persaingan lebih ketat dan juga disesuaikan dengan posisi finansial tim untuk merealisasikannya.
Belanja pemain menjadi hal yang tidak bisa ditunda, terutama oleh tim yang pada leg pertama berada di bawah ekspekstasi.
Salah satunya Semen Padang FC, tim Kabau Sirah ini telah melakukan langkah cepat melakukan pergantian pelatih, dan kini ditangani Antonic Dejan yang hampir separuh putaran pertama memaksimalkan pemain yang ada.
Namun di paruh kedua, tim asal Sumbar itu mendatangkan Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, Boubakary Diara.
Konsekwensinya pemain asing yang ada di putaran pertama dilepas.
Pun Persijap, yang saat ini di dasar klasemen yang juga banyak merekrut pemain menghadapi paruh kedua. Sejumlah nama masuk yakn Aly Ndom, Borja Herera, Luis Espinosa, Iker Guarrotxena.
Demikian halnya Persik Kediri yang juga melakukan perombakan pemain asingnya.
Opsi merekrut pemain asing baru juga dilakukan Persebaya yang telah mengamankan kontrak dengan Gustavo Fernandes, Jeferson Silva, Bruno Paraiba.
Tim sedaerahnya di Jatim, Madura United yang merekrut Junior Brana dan Requelme.
Salah satu yang menuai hasil positif dari rekrutmen legiun asing yang memiliki kualitas adalah Persib Bandung, Borneo FC dan Persija. Mereka juga didukung pemain lokal yang memang memiliki pengalaman dan tengah di puncak performancenya.
Regulasi liga telah membuka peluang setiap tim memiliki 10 pemain asing dalam satu musim liga. Dan hal itu dimaksimalkan oleh sejumlah tim. Hasil dan poin di klasemen cukup baik.
Liga di Indonesia telah menjadi salah satu tujuan dari para pemain asing dan juga pasar potensial bagi agen pemain. Transfer windows menjadi salah satu pintu masuk agen untuk menawarkan pemain di bawah manajemennya.
Di sisi lain, kemampuan finansial tim-tim peserta liga memungkinkan untuk melakukan perekrutan atau pergantian pemain, meski opsinya harus membayar kompensasi atau penalti kepada pemain karena berakhir sebelum kontrak usai, bila hal itu tertera dalam klausul perikatan.
Kehadiran pemain baru jelas memunculkan harapan dan optimisme tim untuk bisa memperbaiki performance tim. Dengan pemain baru berharap bisa memunculkan sesuatu yang baru di lapangan untuk menambah ketajaman lini depan, ketangguhan lini tengah serta kokohnya lini belakang tim.
Video pertandingan pemain, serta pengalaman di lapangan saat ini mudah didapat sehingga menjadi salah satu evaluasi tim pelatih. Namun kerentanan cedera pemain yang memungkinkan membuat skema yang dirancang bisa buyar.
Terlebih rekrutan pemain senior di atas 30 tahunan, yang kemungkinan telah melewati masa keemasannya sebagai pemain. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan untuk mentreatment khusus agar penampilannya tetap terjaga.
Kemampuan adaptasi dengan skema tim dan chemistry dengan pemain yang telah ada juga menjadi salah satu penentu. Profesionalisme bisa menjembatani itu, namun dalam beberapa kondisi hal tersebut bisa menjadi gap atau perbedaan yang mencolok.
Kompetisi paruh kedua akan segera bergulir, 23 Januari 2026 mendatang. Dan harapan semua amunisi baru klub peserta bisa memberikan perannya secara maksima untuk tim barunya. Ada sebuah perubahan yang positif untuk kekuatan dan ketajaman di lapangan hijau.
Hasil menang, imbang dan kekalahan adalah kenyataan dari sebuah pertandingan yang akan menentukan posisi di klasemen akhir.
Tak semua tim akan mendapat hasil maksimal sesuai harapan di akhir musim, Namun ikhtiar maksimal jelang putaran kedua yang dilakukan tim peserta saat ini menunjukkan semangat untuk lebih baik sangat kuat. Hal itu menjaga kualitas liga yang tetap dan makin kompetitif.
