Pencarian korban hanyut di batang sumpur dilanjutkan

id Hanyut

Lokasi korban pencari pasir yang hanyut (Ist)

Lubuk Sikaping (Antaranews Sumbar) - Pencarian terhadap Johan (45), korban hanyut di Batang Sumpur, Sungai Pandahan, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuksikaping, kembali dilanjutkan, Kamis.

Supervisor TRC BPBD Pasaman, Khairil Ihwan mengatakan, untuk mencari korban, pihaknya tetap menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet dan pemantauan visual disepanjang alur sungai.

"Kita tetap akan sisir bibir sungai pakai perahu karet dan pemantauan visual di jembatan hingga ke Bendunhan Ampanggadang, Panti," katanya saat dihubungi.

Ia mengatakan radius pencarian terhadap korban ditambah. Sebab, pihaknya menduga, korban sudah hanyut terbawa arus sungai hingga radius tujuh kilometer dari tempat kejadian peristiwa (TKP) korban tenggelam usai menambang pasir.

"Radius pencarian kita tambah, dengan memperhatikan kecepatan arus sungai maka di perkirakan korban minimal sudah hanyut sejauh 7 km," katanya.

Sejumlah kendala, kata dia, dihadapi oleh pihaknya dalam melakukan pencarian korban hanyut tersebut. Mulai dari derasnya arus sungai Batang Sumpur, keruhnya air hingga kendala cuaca.

"Kita terkendala cuaca. Disini kerap diguyur hujan. Kondisi itu menyulitkan kita melakukan pencarian. Arus yang deras dan keruhnya air semakin menyulitkan pencarian," imbuhnya.

Korban hanyut pada Rabu (7/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban merupakan seorang pencari pasir di batang Sumpur tersebut. Korban hanyut saat menyeberangi sungai dengan mambawa pasir di dalam perahu.

"Perahu korban terbalik. Sementara korban tidak bisa berenang sehingga hanyut terbawa arus," tukasnya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar