Pariaman serahkan Rp267 juta bagi korban gempa-tsunami Sulteng

id Pariaman bantu Sulteng,Gempa di Sulteng

Wali Kota Pariaman Genius Umar berdialog dengan para pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu. (Humas Pariaman)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menyerahkan bantuan Rp267 juta bagi para korban gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Bantuan ini merupakan hasil yang digalang langsung oleh masyarakat dan pemerintah daerah untuk saudara kita tertimpa musibah bencana alam," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, saat dihubungi di Pariaman, Jumat.

Bantuan tersebut ujar dia, diserahkan langsung ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk disalurkan kembali ke beberapa daerah yang dilanda bencana alam.

Ia merinci untuk Kabupaten Donggala pemerintah Kota Pariaman menyerahkan sebesar Rp77,5 juta, Kota Palu Rp110 juta, Kabupaten Sigi Rp30 juta dan Rp50 bagi Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) di daerah itu.

Penyerahan bantuan tersebut lanjutnya, merupakan wujud rasa kepedulian masyarakat dan pemerintah Kota Pariaman kepada para korban gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain menyerahkan bantuan kepada para korban, kunjungan tersebut juga dijadikan pembelajaran oleh pemerintah Kota Pariaman dalam rangka kesiapan menghadapi apabila terjadi bencana alam.

"Kota Pariaman terletak di bibir pantai, dan juga rawan terjadi gempa bumi sebagai contoh pada 2009. Oleh karena itu perlu kesiapan lebih dalam menghadapinya," ujarnya.

Setelah peristiwa gempa bumi 2009 tersebut banyak bantuan berdatangan dari berbagai kalangan bahkan dunia internasional ke Kota Pariaman, katanya.

Sebelumnya kata dia, pemerintah Kota Pariaman juga menyalurkan bantuan sebesar Rp125 juta kepada korban gempa bumi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Selain uang tunai, masyarakat Pariaman juga kami ajak untuk mengumpulkan barang-barang seperti pakaian yang masih layak untuk membantu meringankan saudara kita di Sulawesi Tengah," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar