Para pendekar silat Tanah Datar Ikuti Galanggang Siliah Baganti

id Silat, tradisi, tanah datar

Salah satu penampilan silat dalam kegiatan Galanggang Siliah Baganti (GSB) di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Antara Sumbar/ist)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 91 perguruan silat se Kebupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengikuti kegiatan Galanggang Siliah Baganti (GSB) yang digelar pada tanggal 21 hingga 23 September 2018.

Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tanah Datar, Afrizal Sutan Bagindo di Batusangkar, Sabtu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi kepada generasi penerus di daerah itu.

"Kegiatan ini diikuti oleh pesilat, official serta tuo-tuo silek yang seluruhnya berjumlah 1.360 orang," katanya.

Ia menyebutkan, banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini memperlihatkan tingginya antusias masyarakat terhadap seni bela diri tradisional silat.

Selain kegiatan GSB, kepada pihak pemerintah ia mengharapkan agar dapat mendukung seni bela diri silat pada kegiatan lainnya, karena hal tersebut juga dapat mengangkat pariwisata daerah.

"GSB kali ini menampilkan berbagai silat tradisi dan prestasi dari berbagai jenis aliran silat yang ada di Luhak Nan Tuo," ujarnya.

Sementara itu ketua IPSI Sumbar, Fauzi Bahar mengatakan seni bela diri pencak silat adalah asli dari Indonesia, Sumatera Barat atau Minangkabau.

Ia menyebutkan, silat menyimpan banyak filosofi, seperti mamangan adat yang berbunyi 'kamanakan baraja ka Mamak, Mamak baraja ka Panghulu, Panghulu baraja ka mufakat, mufakat baraja ka nan bana, nan bana berdiri sendiri.
Pewarta :
Editor: Azhari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar