Cuaca buruk, wisata ke Pulau Angso Duo sementara ditutup

id Pulau angso duo

Sejumlah masyarakat melihat dermaga terapung mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang tinggi. (Dok BPBD)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menyatakan menutup sementara kunjungan wisata ke Pulau Angso Duo karena cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak dua minggu terakhir.

"Selain cuaca buruk yang melanda Kota Pariaman sejak dua minggu terakhir, dermaga terapung atau tempat pemberangkatan calon wisatawan juga mengalami kerusakan akibat diterjang ombak besar dan angin badai," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elfis Candra di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan petugas baru mengetahui kondisi dermaga terapung atau tempat pemberangkatan penumpang mengalami kerusakan pagi tadi karena beberapa tiang pancangnya diterjang gelombang tinggi.

"Kami perkirakan kerusakan tiang pancang tersebut terjadi pada Sabtu subuh, karena kemarin kondisinya masih baik," kata dia.

Pihaknya menyampaikan pemerintah daerah belum bisa memastikan kapan akses wisata ke Pulau Angso Duo kembali dibuka untuk umum karena masih menunggu perbaikan dermaga serta kondisi cuaca.

Terkait kerusakan dermaga terapung tersebut ujarnya, pemerintah segera melakukan koordinasi dengan pihak rekanan karena masih dalam tahap pemeliharaan.

"Proyek pembangunan dermaga terapung Gandoriah ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Pariaman, dan kami telah melakukan koordinasi untuk tahap perbaikannya," ujar dia.

Selain itu pemerintah Kota Pariaman juga menutup akses menuju Pulau Angso Duo melalui Muaro Pariaman karena cuaca diperkirakan masih belum normal hingga beberapa hari ke depan.

"Pemerintah daerah tidak berani mengambil risiko terkait keamanan penumpang yang ingin bertolak ke Pulau Angso Duo, oleh karena itu seluruh akses menuju pulau ditutup sementara termasuk di Muaro Pariaman," kata dia.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman Yota Balat membenarkan penutupan akses menuju Pulau Angso Duo sudah dilakukan sejak dua minggu terakhir.

Penutupan tersebut katanya, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak dua pekan terakhir.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Pariaman dan BMKG yang menyampaikan kondisi cuaca beberapa waktu ke depan, sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan jika penyeberangan tetap dilakukan," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar