Lima calon haji asal Tanah Datar batal berangkat ke tanah suci, ini penyebabnya

id Jamaah calon haji, haji, tanah datar

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi melepas jamaah calon haji asal daerah tersebut. (Antara Sumbar/ist)

Pada awalnya terdapat 286 orang jamaah yang seharusnya berangkat, akan tetapi karena berbagai alasan akhirnya tersisa 281 orang jamaah
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak lima orang jamaah calon haji Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), batal berangkat ke tanah suci karena diakibatkan berbagai faktor.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, di Batusangkar, Jumat, mengatakan untuk 2018 terdapat 281 orang jamaah calon haji asal daerah tersebut.

"Pada awalnya terdapat 286 orang jamaah yang seharusnya berangkat, akan tetapi karena berbagai alasan akhirnya tersisa 281 orang jamaah," katanya.

Ia menyebutkan, dari lima orang yang batal berangkat tersebut, tiga orang di antaranya sedang dalam keadaan sakit, satu orang lainnya sedang mendampingi suami yang sedang sakit, sementara satu orang lainya sudah meninggal dunia.

Menurut dia, jamaah calon haji asal Tanah Datar nantinya akan berada di kelompok terbang (kloter) empat embarkasi haji Padang.

"Rombongan tersebut akan melanjutkan penerbangan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada hari ini," ujarnya.

Selain itu ia berpesan agar jamaah yang berangkat selalu menjaga kondisi kesehatan hingga mempersiapkan bekal obat untuk menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan ibadah haji.

“Jagalah selalu kesehatan menginggat cuaca panas yang kerap terjadi di Makkah Al Mukarrohmah,” kata dia.

Selain itu jamaah calon haji juga diminta untuk lebih mengutamakan ibadah dari pada tingkah yang bisa menganggu jalannya ibadah.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Saidani Ali memesankan agar jamaah calon haji asal Tabah Datar dapat selalu menjaga perilaku selama berada di Makah maupun Madinah.

“Semoga menjadi haji yang mabrur sepulang dari tanah suci kelak,” katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar