Songket Pandai Sikek menjamah pasar luar negeri

id Songket, tenun, pandai sikek

Pengusaha Songket Pandai Sikek, Erma Yulnita memperlihatkan salah satu songket hasil tenun perajin Pandai Sikek. (Antara Sumbar/Syahrul R/18.)

Walaupun tidak serutin pengiriman di dalam negeri, setidaknya terdapat beberapa konsumen dari luar negeri yang memesan Songket Pandai Sikek ini
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Tenunan tradisional atau songket Pandai Sikek yang berasal dari nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) dipasarkan ke beberapa negara.

Salah seorang pengusaha Songket, Erma Yulnita di Pandai Sikek, Jumat, mengatakan selain melayani penjualan di toko, ia juga melayani permintaan dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Australia dan Jepang.

"Walaupun tidak serutin pengiriman di dalam negeri, setidaknya terdapat beberapa konsumen dari luar negeri yang memesan Songket Pandai Sikek ini," katanya.

Ia menyebutkan, selain dikirim langsung ke pembeli di beberapa negara tersebut, pada waktu-waktu tertentu wisatawan mancanegara juga sering berbelanja langsung ke tempatnya.

Menurut dia, untuk kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah Sumbar, terutama ke daerah Pandai Sikek untuk berbelanja buah tangan berupa songket maupun sulaman memiliki waktu-waktu tertentu.

Wisatawan tersebut biasanya berasal dari Amerika, Australia, beberapa negara di Eropa, serta Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.

"Ada waktu-waktu tertentu untuk kunjungan dari macanegara, seperti pada bulan Mei dan Juni serta September hingga Desember," ujarnya.

Ia menyebutkan, ketertarikan wisatawan untuk membeli songket lantaran Songket Pandai Sikek memiliki motif-motif unik yang sudah ada sejak lama dan diproduksi secara manual mengunakan alat tenun.

SebelumnyaIstri Wakil Presiden RI Ny Mufidah Jusuf Kalla saat meresmikan Sentra Industri Tenun di daerah Lintau Tanah Datar menyebutkan keberadaan tenun di seluruh Indonesia memiliki potensi luar biasa, salah satunya adalah Sumbar.

Beberapa songket yang ada di Sumbar memiliki bentuk yang indah, mulai dari warna hingga motif yang digunakan dan bahkan sudah dikenal hingga ke luar negeri dan sangat diminati oleh wisatawan sebagai buah tangan.

"Saya memperhatikan Indonesia punya potensi tenun luar biasa," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar