Razia gelandangan dan pengemis musiman digencarkan Satpol PP di Rejang Lebong Bengkulu

id Satpol PP

Satpol-PP menurunkan para gelandangan dan pengemis yang berhasil ditangkap saat razia,

razia tersebut dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat dan keindahan kota, karena sudah menjadi kebiasaan saat bulan Ramadhan dan hari raya akan muncul pengemis musiman dari berbagai daerah,
Rejang Lebong, (Antaranews Sumbar) - Razia gelandangan dan pengemis musiman yang beroperasi saat Ramadhan digencarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong, Rachman Yuzir di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan razia tersebut dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat dan keindahan kota, karena sudah menjadi kebiasaan saat bulan Ramadhan dan hari raya akan muncul pengemis musiman dari berbagai daerah.

"Selasa kemarin petugas Satpol PP Rejang Lebong sempat mengamankan empat anak-anak peminta sumbangan dengan menggunakan kotak amal di lampu merah dalam Kota Curup. Mereka ini berasal dari Kota Lubuklinggau, Sumsel," katanya.

Empat peminta sumbangan yang yang diamankan itu kemudian didata lalu dilepas kembali, sedangkan kotak amalnya mereka sita.

"Kami meminta agar pengguna jalan dan masyarakat lainnya agar tidak memberikan uang kepada para peminta sumbangan dan pengemis ini, karena nantinya akan menyebabkan mereka malas untuk bekerja," ujar Rachman menambahkan.

Selain bermunculannya para peminta sumbangan lintas provinsi, kata dia, juga terjadi peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis yang keberadaannya meresahkan warga. Mereka banyak terlihat di pasar tradisional.

Sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap pelanggar Perda maupun penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Rejang Lebong karena belum memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan penertiban keberadaan gepeng ini, serta meminta pihak Dinas Sosial setempat agar dapat terlibat karena menyangkut dengan permasalahan sosial sehingga mereka yang tertangkap bisa dikirim ke panti sosial.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar